Iran Tidak Peduli dan Tak Takut dengan Ancaman Trump

Minggu, 30 Maret 2025 - 06:15 WIB
loading...
Iran Tidak Peduli dan...
Orang-orang berpartisipasi dalam ulang tahun ke-46 kemenangan Revolusi Islam Iran 1979 di Teheran, Iran, 10 Februari 2025. Foto/Xinhua/Shadati
A A A
TEHERAN - Iran tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan perundingan mengenai program nuklirnya, menurut Alireza Tangsiri, komandan tinggi angkatan laut.

Dia menekankan Teheran siap membalas jika terjadi serangan Amerika.

Dalam wawancara dengan saluran TV al-Mayadeen pada hari Sabtu (29/3/2025), Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, menolak ultimatum terbaru Presiden AS Donald Trump yang mendesak Teheran memasuki perundingan nuklir baru.

"Saya tidak mengetahui pesan Trump, saya juga tidak ingin menganalisisnya," ujar Tangsiri.

Dia menegaskan, "Saya mendengar ancamannya, saya mengamati tindakannya, dan saya mempersiapkan diri untuk melawannya. Kami memiliki kemampuan menyerang semua pangkalan musuh, di mana pun mereka berada... Tidak seorang pun dapat menyerang kami dan melarikan diri. Bahkan jika kami harus mengejar mereka ke Teluk Meksiko, kami akan melakukannya."

Tangsiri juga menolak negosiasi apa pun mengenai persenjataan rudal Teheran atau dukungannya terhadap kelompok-kelompok di kawasan tersebut.

"Iran tidak akan pernah bernegosiasi mengenai rudalnya atau kemampuan Front Perlawanan," tegas dia.

Dia juga menekankan Republik Islam menginginkan hubungan damai dengan negara-negara tetangganya.

"Kami selalu mengulurkan tangan persahabatan kepada negara-negara di kawasan ini. Sebagai Muslim, kami tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi negara-negara tetangga kami," ungkap dia.

Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas komentar Trump pada hari Jumat, di mana dia mengonfirmasi pengiriman surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang berupaya menegosiasikan kesepakatan nuklir.

"Anda harus membuat keputusan dengan cara apa pun," ujar Trump. "Kita harus berbicara dan membicarakannya, atau hal-hal yang sangat buruk akan terjadi pada Iran. Dan saya tidak ingin itu terjadi."

Trump menambahkan jika AS harus "masuk secara militer, itu akan menjadi hal yang mengerikan."

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan meskipun surat itu tampak mengancam, surat itu masih berisi "beberapa peluang" bagi Teheran.

Kebuntuan ini terjadi setelah bertahun-tahun ketegangan atas program nuklir Teheran.

Pada tahun 2015, Iran menandatangani kesepakatan dengan AS, Uni Eropa, Rusia, dan negara-negara besar dunia lainnya yang mana Iran setuju membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

Namun, pada tahun 2018, Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian penting tersebut, menyebutnya sebagai "kesepakatan sepihak yang mengerikan" yang gagal mencapai tujuannya.

Iran tidak mengesampingkan pembicaraan tidak langsung mengenai masalah tersebut tetapi menolak melakukannya di bawah tekanan. Iran juga menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Baca juga: Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved