Iran Tidak Peduli dan Tak Takut dengan Ancaman Trump
Minggu, 30 Maret 2025 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan meskipun surat itu tampak mengancam, surat itu masih berisi "beberapa peluang" bagi Teheran.
Kebuntuan ini terjadi setelah bertahun-tahun ketegangan atas program nuklir Teheran.
Pada tahun 2015, Iran menandatangani kesepakatan dengan AS, Uni Eropa, Rusia, dan negara-negara besar dunia lainnya yang mana Iran setuju membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.
Namun, pada tahun 2018, Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian penting tersebut, menyebutnya sebagai "kesepakatan sepihak yang mengerikan" yang gagal mencapai tujuannya.
Iran tidak mengesampingkan pembicaraan tidak langsung mengenai masalah tersebut tetapi menolak melakukannya di bawah tekanan. Iran juga menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
Baca juga: Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
Kebuntuan ini terjadi setelah bertahun-tahun ketegangan atas program nuklir Teheran.
Pada tahun 2015, Iran menandatangani kesepakatan dengan AS, Uni Eropa, Rusia, dan negara-negara besar dunia lainnya yang mana Iran setuju membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.
Namun, pada tahun 2018, Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian penting tersebut, menyebutnya sebagai "kesepakatan sepihak yang mengerikan" yang gagal mencapai tujuannya.
Iran tidak mengesampingkan pembicaraan tidak langsung mengenai masalah tersebut tetapi menolak melakukannya di bawah tekanan. Iran juga menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
Baca juga: Pangkalan Samudra Hindia bisa Digunakan AS untuk Menyerang Iran
(sya)
Lihat Juga :