7 Fakta Zelensky Korupsi Selama menjadi Presiden Ukraina

Jum'at, 28 Maret 2025 - 16:45 WIB
loading...
7 Fakta Zelensky Korupsi...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/Xinhua/Zhao Dingzhe
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadapi berbagai tuduhan dan kontroversi terkait korupsi selama masa jabatannya.

Meskipun tidak ada bukti langsung yang menunjukkan keterlibatan pribadi Zelensky dalam praktik korupsi, beberapa insiden dan skandal di bawah pemerintahannya telah menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya pemberantasan korupsi di Ukraina.

Berikut adalah beberapa fakta dan insiden yang relevan:

1. Korupsi dalam Pengadaan Militer


Salah satu skandal terbesar yang mencuat adalah terkait pengadaan peralatan militer. Pada Januari 2024, Menteri Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov, mengungkapkan audit internal menemukan korupsi senilai 10 miliar hryvnia (sekitar USD262 juta) dalam pengadaan militer selama empat bulan pertama masa jabatannya.

Kasus ini melibatkan pemecatan dua pejabat senior yang diduga menggelembungkan kontrak untuk makanan yang disuplai kepada pasukan, termasuk harga telur yang tidak wajar.

2. Skandal Jaket Militer


Pada Agustus 2023, terjadi kontroversi terkait pembelian 233.000 jaket militer senilai USD20 juta dari perusahaan Turki, Vector Avia.

Jaket-jaket tersebut dilaporkan terlalu ringan dan tidak sesuai untuk musim dingin Ukraina. Meskipun Menteri Pertahanan saat itu, Oleksii Reznikov, tidak terlibat langsung, skandal ini menyoroti masalah transparansi dalam pengadaan militer.

3. Penggelapan Dana Pembelian Amunisi


Pada Desember 2023, seorang pejabat Kementerian Pertahanan ditangkap atas dugaan penggelapan hampir USD40 juta dalam pembelian amunisi artileri yang sangat dibutuhkan oleh militer Ukraina.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang melibatkan sektor pertahanan Ukraina.

4. Korupsi dalam Dispensasi Dinas Militer


Presiden Zelensky secara terbuka mengecam praktik korupsi dalam pemberian dispensasi dinas militer.

Pada Agustus 2023, dia mengungkapkan terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah dispensasi medis yang dikeluarkan, yang diduga melibatkan penyuapan dengan jumlah antara USD3.000 hingga USD15.000.

Zelensky menekankan tindakan tersebut merupakan pengkhianatan di masa perang dan berjanji menindak tegas pelakunya.

5. Pemecatan Pejabat Perekrutan Militer


Sebagai respons terhadap skandal korupsi, pada Agustus 2023, Zelensky memecat semua kepala pusat perekrutan militer regional.

Lebih dari 100 kasus pidana telah diselidiki terkait praktik korupsi dalam proses perekrutan, dengan 33 individu didakwa.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah membersihkan institusi militer dari praktik korupsi.

6. Sanksi terhadap Tokoh Politik dan Oligarki


Pada Februari 2025, pemerintah Ukraina memberlakukan sanksi terhadap mantan Presiden Petro Poroshenko dan empat tokoh lainnya, termasuk Viktor Medvedchuk, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sanksi ini mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan, dengan alasan bahwa individu-individu tersebut telah merugikan keamanan nasional Ukraina.

Namun, langkah ini menuai kritik dan dianggap bermotif politik menjelang pemilihan mendatang.

7. Transparansi Pendapatan Zelensky


Sebelum invasi Rusia pada 2022, pendapatan keluarga Zelensky mencapai sekitar 10,8 juta hryvnia (sekitar Rp4,5 miliar).

Pada 2022, pendapatan tersebut menurun menjadi sekitar 3,7 juta hryvnia akibat penghentian sementara kontrak sewa properti.

Namun, pada 2023, pendapatan keluarga Zelensky meningkat menjadi sekitar 12,42 juta hryvnia seiring dimulainya kembali pembayaran sewa.

Laporan pendapatan ini mencerminkan upaya transparansi dari pihak Zelensky mengenai keuangan pribadinya.

Meskipun berbagai skandal korupsi telah terjadi selama masa kepemimpinan Presiden Volodymyr Zelensky, tidak ada bukti langsung yang menunjukkan keterlibatan pribadinya dalam praktik tersebut.

Sebaliknya, Zelensky telah mengambil langkah-langkah untuk memberantas korupsi, termasuk memecat pejabat yang terlibat dan mengecam praktik korupsi secara publik.

Namun, tantangan dalam memberantas korupsi di Ukraina tetap besar, terutama di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.

Baca juga: Faksi-faksi Palestina Peringatkan Jangan Pakai Genosida Gaza untuk Melawan Perlawanan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved