Era Hubungan Dekat Kanada-AS Sudah Berakhir, Seteru 2 Sekutu NATO Memanas

Jum'at, 28 Maret 2025 - 06:00 WIB
loading...
Era Hubungan Dekat Kanada-AS...
PM Kanada Mark Carney nyatakan era hubungan dekat dengan AS sudah berakhir. Foto/Adrian Wyld/The Canadian Press via CBC
A A A
OTTAWA - Era hubungan ekonomi, keamanan, dan militer yang mendalam antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) sudah berakhir. Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney.

Pernyataan PM Carney disampaikan pada Kamis, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif yang tinggi pada produk otomotif Kanada yang masuk Amerika.

Pernyataan itu juga menandai semakin memanasnya perseteruan kedua negara yang sama-sama menjadi sekutu NATO.

Baca Juga: Tegang dengan Trump, Kanada Pikir Ulang Beli 88 Jet Tempur Siluman F-35 AS

Rencana Trump untuk mengenakan pajak sebesar 25 persen atas impor kendaraan Kanada akan mulai berlaku minggu depan dan dapat menjadi bencana bagi industri otomotif Ottawa yang diperkirakan mendukung 500.000 lapangan pekerjaan.

Setelah pengumuman Trump, Carney menghentikan sementara kampanyenya menjelang pemilihan umum Kanada pada 28 April untuk kembali ke Ottawa guna menghadiri pertemuan anggota kabinet yang membahas taktik dalam perang dagang dengan AS.

Carney menyebut tarif otomotif Trump "tidak dapat dibenarkan”, dan mengatakan bahwa tarif tersebut melanggar perjanjian perdagangan yang ada antara kedua negara.

Dia juga memperingatkan warga Kanada bahwa Trump telah mengubah hubungan dengan Amerika Serikat secara permanen dan bahwa, terlepas dari perjanjian perdagangan apa pun di masa mendatang, "tidak akan ada jalan kembali”.

"Hubungan lama yang kita miliki dengan Amerika Serikat yang didasarkan pada pendalaman integrasi ekonomi kita dan kerja sama keamanan dan militer yang ketat telah berakhir," kata Carney, seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/3/2025).

Dia mengatakan Kanada akan membalas tarif otomotif tersebut.

"Tanggapan kami terhadap tarif terbaru ini adalah melawan, melindungi, dan membangun," kata Carney.

"Kami akan melawan tarif AS dengan tindakan perdagangan balasan kami sendiri yang akan berdampak maksimal di Amerika Serikat dan berdampak minimal di Kanada," imbuh dia.

Carney menggantikan Justin Trudeau sebagai PM Kanada pada 14 Maret.

Biasanya, seorang pemimpin Kanada yang baru menjadikan panggilan telepon dengan presiden AS sebagai prioritas segera setelah menjabat, tetapi Trump dan Carney belum berbicara.

Dia mengatakan pada hari Kamis bahwa Gedung Putih telah menghubungi untuk menjadwalkan panggilan telepon dan bahwa dia berharap untuk berbicara dengan Trump dalam "satu atau dua hari ke depan”.

Carney juga mengatakan bahwa meskipun dia bersedia berbicara dengan Trump, dia tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi perdagangan substantif dengan Washington sampai presiden Amerika menunjukkan "rasa hormat" kepada Kanada, khususnya dengan mengakhiri ancaman aneksasinya yang berulang.

"Bagi saya, ada dua syarat, tidak harus untuk panggilan telepon, tetapi negosiasi dengan Amerika Serikat. Pertama, rasa hormat, rasa hormat terhadap kedaulatan kita sebagai sebuah negara... tampaknya itu terlalu berat baginya," kata Carney.

"Harus ada diskusi yang komprehensif antara kita berdua, termasuk yang berkaitan dengan ekonomi dan keamanan kita," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved