Siapa Iwao Hakamada? Napi Jepang yang Dapat Ganti Rugi Rp24 Miliar setelah Dipenjara 46 Tahun

Kamis, 27 Maret 2025 - 00:10 WIB
loading...
Siapa Iwao Hakamada?...
Iwao Hakamada mendapatkan ganti rugi R[24 miliar setelah dipenjara selama 46 tahun. Foto/X/@WebDPN
A A A
TOKYO - Iwao Hakamada, seorang pria Jepang yang dihukum salah atas pembunuhan yang merupakan narapidana hukuman mati terlama di dunia telah diberi ganti rugi USD1,4 juta atau Rp24 miliar.

Pembayaran tersebut mewakili 12.500 yen (USD83) untuk setiap hari selama 46 tahun yang dihabiskan Iwao Hakamada dalam tahanan, sebagian besar di penjara hukuman mati padahal setiap hari bisa jadi hari terakhirnya.

Siapa Iwao Hakamada? Napi Jepang yang Dapat Ganti Rugi Rp24 Miliar setelah Dipenjara 46 Tahun

1. Mantan Petinju

Mantan petinju, yang kini berusia 89 tahun, dibebaskan pada tahun 2024 dari pembunuhan empat kali pada tahun 1966 setelah kampanye tanpa henti oleh saudara perempuannya dan orang lain.

Pengadilan Distrik Shizuoka, dalam putusan tertanggal Senin, mengatakan bahwa "penggugat akan diberikan 217.362.500.000 yen", kata juru bicara pengadilan kepada AFP.

Pengadilan yang sama memutuskan pada bulan September bahwa Hakamada tidak bersalah dalam persidangan ulang dan bahwa polisi telah merusak barang bukti.

Baca Juga: Perang Houti Berkobar di Bulan Suci

2. Pernah Dipaksa untuk Mengakui

Hakamada telah menderita "interogasi tidak manusiawi yang dimaksudkan untuk memaksakan pernyataan (pengakuan)" yang kemudian ia tarik kembali, kata pengadilan saat itu. Jumlah akhir tersebut merupakan rekor untuk kompensasi semacam ini, kata media lokal.

Namun, tim hukum Hakamada mengatakan uang tersebut tidak cukup untuk menebus rasa sakit yang dideritanya.

3. Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Penahanan selama puluhan tahun – dengan ancaman eksekusi yang terus membayangi – berdampak besar pada kesehatan mental Hakamada, kata pengacaranya, yang menggambarkannya sebagai "hidup di dunia fantasi".

Hakamada adalah terpidana mati kelima yang diadili ulang dalam sejarah pascaperang Jepang. Keempat kasus sebelumnya juga menghasilkan pembebasan.

4. Skandal yang Menghebohkan pada 1961

Hakamata pensiun sebagai petinju profesional pada tahun 1961 dan mendapat pekerjaan di pabrik pengolahan kedelai di Shizuoka, Jepang bagian tengah.

Lima tahun kemudian, ia ditangkap oleh polisi setelah bosnya, istri bosnya, dan kedua anak mereka ditemukan tewas ditikam di rumah mereka.

Hakamata awalnya mengakui tuduhan terhadapnya, tetapi kemudian mengubah pembelaannya, menuduh polisi memaksanya untuk mengaku dengan memukuli dan mengancamnya.

Hakamata ditangkap pada 18 Agustus 1966, saat ia berusia 30 tahun.

5. Tingkat Hukuman di Jepang Mencapai 99 Persen

Kasusnya mengundang sorotan global terhadap sistem peradilan pidana Jepang, yang tingkat hukumannya mencapai 99%, menurut situs web Kementerian Kehakiman, dan memicu seruan untuk menghapus hukuman mati di negara tersebut.

Adik Hakamata, Hideko, yang telah lama berkampanye untuk pembebasannya, mengatakan kepada CNN tahun lalu bahwa puluhan tahun penjara telah menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan pada kesehatan mental saudaranya.

Hakamata "hidup di dunianya sendiri," katanya.

"Terkadang dia tersenyum bahagia, tetapi saat itulah dia mengalami delusi... Kami bahkan belum membahas persidangan dengan Iwao karena ketidakmampuannya untuk mengenali kenyataan."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved