Nowruz dan Identitas Uighur: Tradisi yang Bertahan di Tengah Penindasan

Selasa, 25 Maret 2025 - 10:23 WIB
loading...
A A A
Pada abad ke-11, penulis besar Yusuf Khass Hajib menyelesaikan karya monumentalnya “Kutadgu Bilig” pada tahun 1069 M di Kashgar, ibu kota Kekhanan Kara-Khanid (840–1212), dan mempersembahkannya kepada penguasa Qarakhanid Bughra Ali Hasan pada hari Nowruz.

Sinifikasi Berskala Besar


Cendekiawan Uighur dan Turki klasik seperti Mahmud al-Kashgari, Yusuf Khass Hajib, dan Alisher Navoi secara khusus menyebutkan Nowruz dalam karya-karya mereka, menggambarkan hari raya tersebut dengan bahasa yang hidup, dan menulis banyak puisi tentangnya.

Dengan demikian, selama ribuan tahun sejarah, orang-orang Uighur telah menciptakan pencapaian budaya yang luar biasa dalam bahasa dan penceritaan epik, yang memperkaya khazanah peradaban dunia. Untuk melestarikan warisan budaya ini, mengembangkannya lebih jauh, dan mewariskannya kepada generasi mendatang, orang-orang Uighur telah merayakan Nowruz dalam berbagai bentuk.

Baca Juga: China Singkirkan Pejabat Uighur yang Dinilai Bermuka Dua

Sementara itu sejak 2017, pemerintah China telah meningkatkan genosida di Turkestan Timur ke tingkat ekstrem, melarang semua aspek budaya dan tradisi Uighur. Di bawah kebijakan seperti "Memberi Nutrisi pada Turkestan Timur dengan Budaya," dan menegakkan "Identitas Tionghoa," otoritas China telah memaksa orang Uighur untuk mengadopsi budaya China dan merayakan hari raya Tionghoa, menerapkan kampanye sinifikasi berskala besar.

Dalam situasi ini, di mana budaya dan tradisi Uighur ditekan di Turkestan Timur, tanggung jawab untuk melindungi budaya Uighur, mengajarkannya kepada anak-anak mereka, dan mewariskannya dari generasi ke generasi, telah jatuh kepada para diaspora Uighur.

Jadi, apa pentingnya merayakan Nowruz bagi kalangan diaspora Uighur? Budaya berarti keberadaan. China tahu betul bahwa Beijing tidak dapat membasmi Uighur melalui penghancuran fisik, melainkan harus terlebih dahulu menghancurkan semangat dan jiwanya.

Oleh karena itu, di samping keyakinan Uighur, China telah merancang rencana untuk memusnahkan budaya Uighur, yang bertujuan untuk melakukan asimilasi penuh. China telah menyatakan Uighur sebagai "bangsa kelaparan budaya dan hampa," yang mengeklaim untuk "memberi makan" Uighur dengan budaya serta tradisi China, menggantikan Nowruz dengan hari libur seperti Tahun Baru Imlek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved