Misteri DF-26 China, Rudal Pembunuh Kapal Induk dan Momok bagi AS di Guam

Sabtu, 05 September 2020 - 09:34 WIB
loading...
A A A
Ketika China hendak mengarahkan sebagian besar misilnya ke sasaran di darat, DF-21D dan DF-26 secara teori mampu menghantam kapal di laut. "Pembunuh kapal induk", orang Amerika menyebut senjata itu.

DF-26, yang pertama kali muncul pada 2015 dan mulai beroperasi pada 2016, bisa dibilang adalah misil yang paling menakutkan. Tapi berapa banyak dari sekitar 1.300 misil PLARF yang merupakan DF-26?. (Baca juga: AS: Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, China Makin Guncang Laut China Selatan )

Pada tahun 2018 tidak ada lebih dari 30 unit DF-26 TEL di PLARF, menurut Ankit Panda, seorang ahli rudal di Carnegie Endowment for International Peace di Washington, DC. Setahun kemudian ada 80 dari total sekitar empat brigade, masing-masing dengan basis, kendaraan, dan personelnya sendiri.

Tapi inilah yang mengejutkan. Menurut laporan Pentagon 2020, sekarang ada 200 unit DF-26 dalam layanan PLARF. Artinya kekuatan misil menggandakan infrastruktur DF-26-nya lebih dari dua kali lipat dalam setahun. Panda menyebut angka itu sebagai "kejutan terbesar" dalam laporan "Military and Security Developments Involving the People’s Republic of China 2020".

Para ahli skeptis. “Saya tidak bisa melihat bagaimana mereka bisa tiba-tiba mengerahkan enam (brigade) DF-26 tambahan dalam waktu satu tahun,” tulis Decker Eveleth, seorang peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies di California, di Twitter. Setiap brigade membutuhkan sejumlah kendaraan berat dan ratusan rudal, belum lagi fasilitas untuk tinggal, beroperasi, dan bersembunyi selama masa perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Berita Terkini
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved