Polandia Akan Larang Suaka bagi Warga dari Negara Sekutu Rusia

Minggu, 23 Maret 2025 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2024, UE mendukung rencana Tusk untuk menangguhkan klaim suaka, dengan Dewan Eropa menyatakan pada saat itu bahwa "Rusia dan Belarus... tidak dapat dibiarkan menyalahgunakan nilai-nilai kami, termasuk hak untuk suaka, dan merusak demokrasi kami" dan menyuarakan dukungan untuk dorongan untuk mengamankan perbatasan eksternal blok tersebut.

Namun, pada bulan Februari, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi memperingatkan bahwa undang-undang yang diusulkan akan melanggar hukum internasional dan Eropa, mengingat bahwa negara-negara tidak dapat mengembalikan pencari suaka ke tempat "di mana mereka akan berisiko mengalami penganiayaan atau bahaya serius."

Human Rights Watch juga mengkritik RUU tersebut, dengan alasan bahwa hal itu akan "meresmikan penolakan yang melanggar hukum dan kasar yang sedang berlangsung di perbatasan Polandia dengan Belarus."

Krisis dimulai pada tahun 2021, ketika ribuan migran - terutama dari Timur Tengah dan Afrika - mulai menyeberang ke Polandia dari Belarus di tengah ketegangan antara Minsk dan Barat. Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Belarus atas tuduhan penipuan dalam pemilihan presiden 2020, sebuah klaim yang dibantah keras oleh Minsk.

Pada bulan Januari, Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengisyaratkan bahwa ia tidak berniat melindungi Polandia dari masuknya migran. “Kami tidak melawan migrasi dan orang-orang yang ingin tinggal di sana [di Uni Eropa]… Mereka menjatuhkan sanksi kepada rakyat saya, dan saya harus melindungi mereka? Tidak mungkin,” katanya saat itu.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Nico Williams Hadiahkan...
Nico Williams Hadiahkan Medali Emas Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibunda
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved