3 Resep Masakan Asli Palestina yang Dicuri dan Diklaim Milik Zionis Israel
Jum'at, 21 Maret 2025 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Bahan-bahan:
2 gelas beras basmati
500 gram ayam atau daging domba
1 buah terong, dipotong bulat dan digoreng
½ kembang kol, dipotong kecil dan digoreng
1 buah kentang, dipotong bulat dan digoreng
1 buah wortel, dipotong bulat
1 sendok teh garam
1 sendok teh jintan bubuk
1 sendok teh kayu manis bubuk
1 sendok teh lada hitam
1 sendok teh kapulaga bubuk
3 gelas kaldu ayam atau daging
Minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
Cuci beras dan rendam selama 30 menit.
Rebus ayam atau daging dengan garam, lada, kayu manis, dan kapulaga hingga empuk. Sisihkan kaldu.
Goreng terong, kembang kol, dan kentang hingga kecokelatan.
Susun ayam atau daging di dasar panci besar.
Tambahkan lapisan terong, kembang kol, kentang, dan wortel.
Lapisi dengan beras yang telah direndam, lalu tuangkan kaldu hingga menutupi semua bahan.
Tutup panci dan masak dengan api kecil hingga beras matang (sekitar 30-40 menit).
Setelah matang, letakkan piring besar di atas panci dan balikkan dengan hati-hati sehingga hidangan berbentuk seperti kue berlapis.
Sajikan dengan yogurt atau salad.
Maqluba sering dimakan dalam acara keluarga dan perayaan, menjadikannya hidangan yang sangat penting dalam budaya Palestina.
Ketiga hidangan ini, Hummus, Falafel, dan Maqluba, adalah bagian dari warisan kuliner Palestina yang telah ada selama berabad-abad.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, Israel telah berusaha mengklaim hidangan-hidangan ini sebagai bagian dari kuliner mereka, meskipun akar sejarahnya jelas berasal dari budaya Palestina dan Levant.
Klaim ini sering kali digunakan sebagai bagian dari strategi politik dan propaganda untuk menghapus identitas Palestina dari peta budaya dunia.
Oleh karena itu, penting untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai asal-usul makanan ini dan menjaga warisan kuliner Palestina tetap hidup.
Baca juga: Pembantaian Zionis Israel dan Sahur Ramadan Berdarah di Gaza
2 gelas beras basmati
500 gram ayam atau daging domba
1 buah terong, dipotong bulat dan digoreng
½ kembang kol, dipotong kecil dan digoreng
1 buah kentang, dipotong bulat dan digoreng
1 buah wortel, dipotong bulat
1 sendok teh garam
1 sendok teh jintan bubuk
1 sendok teh kayu manis bubuk
1 sendok teh lada hitam
1 sendok teh kapulaga bubuk
3 gelas kaldu ayam atau daging
Minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
Cuci beras dan rendam selama 30 menit.
Rebus ayam atau daging dengan garam, lada, kayu manis, dan kapulaga hingga empuk. Sisihkan kaldu.
Goreng terong, kembang kol, dan kentang hingga kecokelatan.
Susun ayam atau daging di dasar panci besar.
Tambahkan lapisan terong, kembang kol, kentang, dan wortel.
Lapisi dengan beras yang telah direndam, lalu tuangkan kaldu hingga menutupi semua bahan.
Tutup panci dan masak dengan api kecil hingga beras matang (sekitar 30-40 menit).
Setelah matang, letakkan piring besar di atas panci dan balikkan dengan hati-hati sehingga hidangan berbentuk seperti kue berlapis.
Sajikan dengan yogurt atau salad.
Maqluba sering dimakan dalam acara keluarga dan perayaan, menjadikannya hidangan yang sangat penting dalam budaya Palestina.
Ketiga hidangan ini, Hummus, Falafel, dan Maqluba, adalah bagian dari warisan kuliner Palestina yang telah ada selama berabad-abad.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, Israel telah berusaha mengklaim hidangan-hidangan ini sebagai bagian dari kuliner mereka, meskipun akar sejarahnya jelas berasal dari budaya Palestina dan Levant.
Klaim ini sering kali digunakan sebagai bagian dari strategi politik dan propaganda untuk menghapus identitas Palestina dari peta budaya dunia.
Oleh karena itu, penting untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai asal-usul makanan ini dan menjaga warisan kuliner Palestina tetap hidup.
Baca juga: Pembantaian Zionis Israel dan Sahur Ramadan Berdarah di Gaza
(sya)
Lihat Juga :