Uni Eropa: Jangan Biarkan Rusia Memecah Belah AS dan Eropa

Kamis, 20 Maret 2025 - 01:10 WIB
loading...
Uni Eropa: Jangan Biarkan...
Uni Eropa menginginkan agar Rusia tidak boleh memecah belah AS dan Eropa. Foto/X/@NATO
A A A
LONDON - Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas mengklaim, perpecahan transatlantik 'akan membuat Rusia lebih kuat'.

"Jangan biarkan mereka melakukan itu," kata Kallas kepada Euronews dalam sebuah wawancara eksklusif. "Rusia ingin melihat AS dan Eropa terpecah belah. Jangan biarkan mereka melakukan itu," katanya.

Kallas mengatakan bahwa "tidak ada perpecahan" antara Brussels dan pemerintahan Trump, dan mendesak kedua belah pihak untuk tetap bersatu dalam menghadapi agresi Rusia di Ukraina.

Kallas juga mengatakan bahwa pembicaraan saat ini adalah "diplomasi bolak-balik" dan bahwa Eropa akan memiliki tempat di meja perundingan ketika negosiasi formal mengenai penyelesaian perdamaian dimulai.

"Tidak ada meja perundingan di mana Rusia dan Ukraina duduk saat ini. Ini adalah diplomasi bolak-balik," katanya, sehari setelah panggilan telepon antara Donald Trump dan Vladimir Putin di mana kedua presiden sepakat untuk menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama 30 hari.

"Tentu saja agar kesepakatan apa pun berhasil, Anda memerlukan orang Eropa di meja perundingan untuk menyetujui kesepakatan tersebut. Karena implementasi kesepakatan harus berada di tangan Eropa."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Trump Peringatkan Eropa...
Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Comeback Dramatis, Argentina...
Comeback Dramatis, Argentina Lolos ke Perempat Final usai Singkirkan Mesir
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Berita Terkini
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved