Katanya Gencatan Senjata, tapi Israel Bunuh Lebih dari 150 Orang di Gaza
Minggu, 16 Maret 2025 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
“Serangan tersebut merupakan kelanjutan dari kejahatan perang yang dilakukan oleh pendudukan [Israel] terhadap rakyat Palestina dan peningkatan agresi baru, terutama karena bertepatan dengan pembicaraan eselon politik Israel yang memberi perintah untuk peningkatan militer,” imbuh kantor tersebut.
Tel Aviv telah berkali-kali mengancam akan melanjutkan perang di Gaza sebagai cara untuk menekan Hamas agar menerima persyaratannya dalam pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi.
Kesepakatan gencatan senjata–yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir–telah membuat Hamas membebaskan puluhan sandera Israel dan asing dengan imbalan pembebasan ribuan tahanan Palestina.
Namun, sementara Hamas bersikeras memulai diskusi untuk tahap kedua perjanjian tersebut, Israel mengatakan ingin memperpanjang tahap awal yang berakhir pada awal Maret.
Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus menyerang warga sipil dan apa yang diklaimnya sebagai anggota Hamas di Gaza.
“Eskalasi ini mencerminkan niat pendudukan yang direncanakan sebelumnya untuk melakukan kejahatan dan mengabaikan hukum dan konvensi internasional," kata kantor media Gaza.
Tel Aviv telah berkali-kali mengancam akan melanjutkan perang di Gaza sebagai cara untuk menekan Hamas agar menerima persyaratannya dalam pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi.
Kesepakatan gencatan senjata–yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir–telah membuat Hamas membebaskan puluhan sandera Israel dan asing dengan imbalan pembebasan ribuan tahanan Palestina.
Namun, sementara Hamas bersikeras memulai diskusi untuk tahap kedua perjanjian tersebut, Israel mengatakan ingin memperpanjang tahap awal yang berakhir pada awal Maret.
Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus menyerang warga sipil dan apa yang diklaimnya sebagai anggota Hamas di Gaza.
“Eskalasi ini mencerminkan niat pendudukan yang direncanakan sebelumnya untuk melakukan kejahatan dan mengabaikan hukum dan konvensi internasional," kata kantor media Gaza.
Lihat Juga :