Eks Bos Shin Bet Israel Ancam Netanyahu: Saya akan Bongkar Semua yang Saya Tahu

Sabtu, 15 Maret 2025 - 02:01 WIB
loading...
Eks Bos Shin Bet Israel...
Mantan Kepala Shin Bet (Shabak) Israel Nadav Argaman. Foto/wikimedia
A A A
TEL AVIV - Dalam perkembangan yang tidak terduga, mantan Kepala Shin Bet (Shabak) Israel Nadav Argaman memperingatkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa dia akan membeberkan semua pengetahuannya jika perdana menteri tersebut terus bertindak melawan hukum.

Hal ini terjadi setelah Netanyahu menolak pernyataan sebelumnya sebagai “ancaman kriminal ala mafia,” dan menekankan dia akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanan warga Israel.

Argaman, dalam wawancara dengan Channel 13, menegaskan, “Kita harus segera mengakhiri perang di Gaza dan membawa kembali semua tahanan. Tidak ada alasan untuk tetap tinggal di Gaza.”

Pernyataannya mencerminkan perbedaan pendapat yang berkembang dalam lingkaran keamanan Israel mengenai operasi militer yang sedang berlangsung, yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kecaman luas atas tindakan Israel.

Sebagai tanggapan, Netanyahu mengutuk pernyataan Argaman, menyebutnya sebagai pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Tidak pernah dalam sejarah Israel seorang mantan kepala badan keamanan mengancam perdana menteri yang sedang menjabat dan memerasnya di depan umum,” ujar Netanyahu.

Netanyahu menambahkan ancaman-ancaman ini merupakan bagian dari kampanye pemaksaan dan intimidasi yang lebih luas yang dipimpin Kepala Shin Bet saat ini, Ronen Bar.

Netanyahu lebih lanjut mengklaim tujuan akhir dari kampanye ini adalah untuk mencegahnya melakukan reformasi yang diperlukan di Shin Bet setelah kegagalan monumentalnya pada 7 Oktober 2023, ketika kemampuan intelijen badan tersebut dikritik secara luas.

Argaman, yang tidak berbicara bahasa Arab, menganggap dirinya sebagai seseorang yang memahami masyarakat Palestina dengan baik.

Pengetahuannya, katanya, berasal dari operasi keamanannya yang ekstensif di wilayah Palestina, khususnya selama Intifada Kedua.

Dia sangat terlibat dalam operasi militer Israel, yang dikenal di Israel sebagai 'Perisai Pertahanan', di Tepi Barat pada tahun 2002, yang menyaksikan penggerebekan dan pembunuhan yang meluas terhadap aktivis dan pejuang Palestina, termasuk anggota senior Gerakan Perlawanan Palestina Hamas.

Sumber-sumber keamanan Israel telah mengungkapkan Argaman bertanggung jawab untuk mengawasi operasi lapangan bagi unit-unit tempur dan upaya kontraintelijen.

Dia disebut-sebut sebagai dalang di balik sejumlah pembunuhan terarah terhadap para pemimpin Palestina, terutama dari Hamas, seperti Ahmed Jabari, komandan militer senior Hamas yang dibunuh Israel pada November 2012.

Pada bulan September, tepat sebelum perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel dirampungkan, Argaman menyerukan agar pertempuran di Gaza segera diakhiri, dengan menegaskan Israel tidak layak untuk berperang dalam waktu lama.

"Perang ini seharusnya sudah berakhir sejak lama," tegas dia, seraya menekankan, "Nyawa para sandera lebih penting daripada apa pun. Mereka harus dikembalikan, bahkan dengan harga yang sangat mahal yang akan kita bayarkan dalam kesepakatan ini."

Argaman juga mengkritik Netanyahu, dengan menyatakan perdana menteri tersebut lebih didorong keinginannya mempertahankan kekuasaan dan menjaga koalisinya daripada oleh perhatian yang tulus terhadap keamanan Israel.

Sementara itu, pemimpin oposisi Yair Lapid ikut mengecam pernyataan Netanyahu mengenai Shin Bet.

Dia berpendapat pernyataan Netanyahu merupakan penyimpangan total dari tindakan yang benar.

"Komentar Netanyahu berbahaya dan merusak lembaga yang menjamin keselamatan warga Israel," ujar Lapid, sambil menyerukan evaluasi ulang pendekatan perdana menteri terhadap keamanan nasional.

Pada hari Kamis, Netanyahu menuduh Kepala Shin Bet Ronen Bar mengatur kampanye untuk mencegahnya melaksanakan reformasi yang diperlukan pada lembaga tersebut setelah kegagalannya pada tanggal 7 Oktober.

Baca juga: AS dan Israel Ingin Pindahkan Paksa Warga Gaza ke 3 Negara Afrika Timur
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Infografis
Prabowo: Yang Tidak...
Prabowo: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya akan Singkirkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved