Hari Ini, Mantan Presiden Filipina Duterte Diadili di ICC untuk Pertama Kalinya
Jum'at, 14 Maret 2025 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Penangkapan Duterte yang mengejutkan di Manila terjadi di tengah-tengah keretakan hubungan yang spektakuler antara keluarganya dan keluarga Marcos, yang sebelumnya telah bergabung untuk memerintah Filipina.
Presiden Filipina saat ini Ferdinand Marcos Jr dan Wakil Presiden Sara Duterte—putri Rodrigo—berselisih pendapat. Sara menghadapi persidangan pemakzulan atas tuduhan berencana membunuh Marcos.
Sara berada di Belanda untuk mendukung ayahnya, setelah menyebut penangkapannya sebagai "penindasan dan penganiayaan", dengan keluarga Duterte telah meminta putusan darurat dari Mahkamah Agung untuk menghentikan pemindahannya.
Namun para korban "perang melawan narkoba" berharap Duterte akhirnya akan diadili atas kejahatan yang dituduhkan kepadanya.
Gilbert Andres, seorang pengacara yang mewakili para korban perang narkoba, mengatakan kepada AFP: "Klien saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena doa mereka telah dijawab."
"Penangkapan Rodrigo Duterte merupakan sinyal yang bagus untuk keadilan pidana internasional. Itu berarti tidak ada seorang pun yang kebal hukum," imbuh Andres.
Kasus Duterte yang menjadi sorotan publik juga muncul pada saat yang kritis bagi ICC, karena menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari semua pihak, termasuk sanksi Amerika Serikat (AS).
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada pengadilan tersebut atas apa yang disebutnya sebagai “tindakan tidak sah dan tidak berdasar yang menargetkan Amerika dan sekutu dekat kita, Israel."
Presiden Filipina saat ini Ferdinand Marcos Jr dan Wakil Presiden Sara Duterte—putri Rodrigo—berselisih pendapat. Sara menghadapi persidangan pemakzulan atas tuduhan berencana membunuh Marcos.
Sara berada di Belanda untuk mendukung ayahnya, setelah menyebut penangkapannya sebagai "penindasan dan penganiayaan", dengan keluarga Duterte telah meminta putusan darurat dari Mahkamah Agung untuk menghentikan pemindahannya.
Namun para korban "perang melawan narkoba" berharap Duterte akhirnya akan diadili atas kejahatan yang dituduhkan kepadanya.
Gilbert Andres, seorang pengacara yang mewakili para korban perang narkoba, mengatakan kepada AFP: "Klien saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena doa mereka telah dijawab."
"Penangkapan Rodrigo Duterte merupakan sinyal yang bagus untuk keadilan pidana internasional. Itu berarti tidak ada seorang pun yang kebal hukum," imbuh Andres.
Kasus Duterte yang menjadi sorotan publik juga muncul pada saat yang kritis bagi ICC, karena menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari semua pihak, termasuk sanksi Amerika Serikat (AS).
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada pengadilan tersebut atas apa yang disebutnya sebagai “tindakan tidak sah dan tidak berdasar yang menargetkan Amerika dan sekutu dekat kita, Israel."
Lihat Juga :