Israel Mengebom Ibu Kota Suriah, Klaim Incar Militan Palestina

Jum'at, 14 Maret 2025 - 06:23 WIB
loading...
Israel Mengebom Ibu...
Jet tempur Israel mengebom gedung di Ibu Kota Suriah, mengeklaim mengincar para militan Palestina. Foto/Ammar Safarjalani/Xinhua
A A A
DAMASKUS - Israel telah mengebom sebuah gedung di Ibu Kota Suriah, Damaskus, melalui serangan jet tempur pada hari Kamis.

Serangan tersebut, yang menurut rezim Zionis menargetkan para militan Palestina, menewaskan satu orang.

"Pesawat Israel menargetkan sebuah gedung dengan dua rudal di Damaskus, menewaskan sedikitnya satu orang," kata pemantau perang Suriah, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Kantor berita negara Suriah; SANA, pada Jumat (14/3/2025), juga melaporkan serangan Israel tersebut.

Baca Juga: Jet-jet Tempur Israel Bombardir Suriah

Dua sumber keamanan Suriah mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa targetnya adalah seorang warga Palestina.

Salah satu sumber mengatakan gedung yang diserang adalah markas besar organisasi Jihad Islam Palestina (PIJ).

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel melakukan serangan udara di Damaskus.

"Tidak akan ada kekebalan bagi terorisme Islam terhadap Israel–baik di Damaskus maupun di tempat lain. Kami tidak akan membiarkan Suriah menjadi ancaman bagi negara Israel," kata Katz dalam sebuah pernyataan.

Militer Israel juga mengeklaim gedung itu adalah pusat komando milik kelompok PIJ, yang digunakan untuk mengarahkan “kegiatan teroris” terhadap Israel.

Sebuah video berdurasi sembilan detik yang dirilis oleh militer Zionis menunjukkan ledakan di tepi sebuah gedung yang diikuti oleh kepulan asap tebal.

Militer Zionis mengatakan pusat komando itu digunakan untuk merencanakan dan mengarahkan "kegiatan teroris" oleh PIJ terhadap Israel.

Sementara itu,seorang sumber di PIJ mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sebuah gedung milik kelompok itu telah dihantam oleh jet tempur Israel, dan menambahkan ada "para martir dan yang terluka" dalam serangan itu.

Sejak penggulingan presiden Suriah Bashar al-Assad pada bulan Desember, Israel telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah dan mengerahkan pasukan ke zona penyangga yang dipatroli PBB di Dataran Tinggi Golan yang strategis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengatakan bahwa Suriah selatan harus didemiliterisasi sepenuhnya, dan memperingatkan bahwa pemerintahannya tidak akan menerima kehadiran pasukan pemerintah baru di dekat wilayahnya.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga telah berulang kali memperingatkan bahwa para pemimpin dunia harus waspada terhadap kepemimpinan baru di Suriah, dan memperingatkan bahwa "kelompok jihad" sekarang sedang memerintah negara itu.

Kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin penggulingan Assad, berakar pada cabang al-Qaeda di Suriah.

Kelompok ini masih terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan pemerintah lainnya.

HTS telah berupaya untuk memoderasi citranya dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah bertahun-tahun terisolasi secara diplomatik di bawah Assad, para diplomat dari Barat dan negara-negara tetangga Suriah telah menghubungi para penguasa baru Suriah.

Dengan mengatakan bahwa mereka ingin membantu negara yang dilanda perang itu untuk membangun kembali, Kanada dan Uni Eropa telah meringankan sanksi yang dijatuhkan pada pemerintah Assad.

Bahkan sebelum rezim Assad tumbang, selama perang saudara Suriah yang pecah pada tahun 2011, Israel melakukan ratusan serangan di negara tetangga itu, terutama terhadap pasukan pemerintah dan target-target yang terkait dengan Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Dari Rasa Penasaran...
Dari Rasa Penasaran Menjadi Inspirasi, Inilah Kisah Hery Lain Sisi
Berita Terkini
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved