3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Kamis, 13 Maret 2025 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Dia menghubungan perkiraannya itu dengan informasi intelijen yang menunjukkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sedang membangun pasukan untuk kemungkinan invasi militer ke negara Eropa lainnya. Zelensky yakin target Putin berikutnya bisa jadi Polandia dan Lithuania yang pernah diduduki selama Perang Dunia II oleh Nazi Jerman dan Uni Soviet.
Lebih jauh, Zelensky menyebut melemahnya dukungan AS untuk Eropa atau NATO akan membuka pintu bagi rencana Putin untuk merebut wilayah lain. Menurutnya, momen ini telah lama ditunggu Rusia.
"Apa yang ditunggunya? Pelemahan NATO, misalnya oleh kebijakan AS, sehingga AS akan berpikir untuk menarik militernya dari Eropa. Ya, Putin memikirkan hal itu. Namun, saya yakin AS tidak akan menarik pasukannya, kontingennya dari Eropa, karena hal itu akan sangat melemahkan NATO dan benua Eropa” ucap Zelensky, dikutip Kamis (13/3/2025).
Berikutnya ada Iran. Musuh lain dari Amerika Serikat ini sering berseberangan dengan kebijakan AS dan NATO, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Keluarnya Amerika Serikat dari NATO bisa membuka peluang strategis bagi Iran dalam berbagai aspek. Contohnya tentang pelemahan koalisi anti-Iran yang selama ini menjadi ancaman untuk masa depan Teheran.
Melihat ke belakang, NATO sering menjadi forum bagi negara-negara Barat untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka dalam menekan Iran terkait program nuklirnya. Tanpa keberadaan AS, posisi NATO bisa melemah, sehingga negara-negara Eropa mungkin akan beralih mengambil pendekatan yang lebih moderat atau pragmatis terhadap Iran.
Kemudian, Iran juga bisa mengambil keuntungan dari keluarnya AS sebagai peluang memperkuat posisinya di kawasan Timur Tengah tanpa tekanan aliansi Barat yang kuat.
Lebih jauh, Zelensky menyebut melemahnya dukungan AS untuk Eropa atau NATO akan membuka pintu bagi rencana Putin untuk merebut wilayah lain. Menurutnya, momen ini telah lama ditunggu Rusia.
"Apa yang ditunggunya? Pelemahan NATO, misalnya oleh kebijakan AS, sehingga AS akan berpikir untuk menarik militernya dari Eropa. Ya, Putin memikirkan hal itu. Namun, saya yakin AS tidak akan menarik pasukannya, kontingennya dari Eropa, karena hal itu akan sangat melemahkan NATO dan benua Eropa” ucap Zelensky, dikutip Kamis (13/3/2025).
2. Iran
Berikutnya ada Iran. Musuh lain dari Amerika Serikat ini sering berseberangan dengan kebijakan AS dan NATO, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Keluarnya Amerika Serikat dari NATO bisa membuka peluang strategis bagi Iran dalam berbagai aspek. Contohnya tentang pelemahan koalisi anti-Iran yang selama ini menjadi ancaman untuk masa depan Teheran.
Melihat ke belakang, NATO sering menjadi forum bagi negara-negara Barat untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka dalam menekan Iran terkait program nuklirnya. Tanpa keberadaan AS, posisi NATO bisa melemah, sehingga negara-negara Eropa mungkin akan beralih mengambil pendekatan yang lebih moderat atau pragmatis terhadap Iran.
Kemudian, Iran juga bisa mengambil keuntungan dari keluarnya AS sebagai peluang memperkuat posisinya di kawasan Timur Tengah tanpa tekanan aliansi Barat yang kuat.
Lihat Juga :