Trump: Ukraina Belum Tunjukkan Keinginan untuk Berdamai dengan Rusia
Senin, 10 Maret 2025 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Trump mengatakan bahwa ia merasa "lebih sulit" untuk berurusan dengan Ukraina daripada dengan Rusia, karena Kiev berupaya memperbaiki hubungan setelah kunjungan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky yang gagal ke Gedung Putih bulan lalu.
AS awalnya berencana untuk menandatangani kesepakatan mineral pada tanggal 28 Februari. Namun, upacara tersebut dibatalkan setelah Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance berselisih dengan Zelensky di depan wartawan di Ruang Oval.
Trump kemudian menuduh pemimpin Ukraina itu berperilaku tidak sopan dan tidak berterima kasih atas bantuan militer dan keuangan yang telah diberikan AS sejak 2022. Zelensky menggambarkan pertemuan itu sebagai "sangat disesalkan" dan menyatakan keinginan untuk memperbaiki hubungan.
Rusia telah menyatakan bahwa perdamaian yang langgeng tidak mungkin terjadi tanpa mengatasi akar penyebab konflik, termasuk perluasan NATO ke arah timur.
Moskow telah menuntut agar Ukraina membatalkan aspirasinya untuk bergabung dengan blok yang dipimpin AS dan menjadi negara netral dengan tentara terbatas. Rusia juga mengatakan Ukraina harus melepaskan klaimnya atas Krimea dan empat wilayah lain yang telah memilih untuk menjadi bagian dari Rusia sejak 2014.
AS awalnya berencana untuk menandatangani kesepakatan mineral pada tanggal 28 Februari. Namun, upacara tersebut dibatalkan setelah Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance berselisih dengan Zelensky di depan wartawan di Ruang Oval.
Trump kemudian menuduh pemimpin Ukraina itu berperilaku tidak sopan dan tidak berterima kasih atas bantuan militer dan keuangan yang telah diberikan AS sejak 2022. Zelensky menggambarkan pertemuan itu sebagai "sangat disesalkan" dan menyatakan keinginan untuk memperbaiki hubungan.
Rusia telah menyatakan bahwa perdamaian yang langgeng tidak mungkin terjadi tanpa mengatasi akar penyebab konflik, termasuk perluasan NATO ke arah timur.
Moskow telah menuntut agar Ukraina membatalkan aspirasinya untuk bergabung dengan blok yang dipimpin AS dan menjadi negara netral dengan tentara terbatas. Rusia juga mengatakan Ukraina harus melepaskan klaimnya atas Krimea dan empat wilayah lain yang telah memilih untuk menjadi bagian dari Rusia sejak 2014.
(ahm)
Lihat Juga :