5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO Jika AS Keluar, Salah Satunya Berpenduduk Mayoritas Muslim

Senin, 10 Maret 2025 - 15:21 WIB
loading...
5 Negara Calon Pemimpin...
Ada lima negara yang berpotensi menjadi pimpinan baru NATO jika AS keluar dari aliansi tersebut. Foto/atc.nato.int
A A A
JAKARTA - Terdapat sejumlah negara calon pemimpin baru NATO jika Amerika Serikat benar-benar keluar dari aliansi tersebut. Salah satunya adalah Turki, negara mayoritas Muslim.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) merupakan aliansi militer besar di dunia. Saat ini, NATO beranggotakan 32 negara, dengan Amerika Serikat (AS) menjadi kekuatan dominan yang memegang peran strategis dalam pengambilan keputusan serta penyediaan sumber daya militer.

Baca Juga: Ogah Diakali Lagi, Donald Trump Tolak Bela Beberapa Sekutu NATO

Namun, belakangan orang-orang terdekat Presiden AS Donald Trump—salah satunya miliarder Elon Musk—menyuarkan dukungan bagi Amerika untuk keluar dari keanggotaan NATO. Alasannya, kontribusi AS pada aliansi tersebut terlalu besar di banding anggota lainnya, yang dianggap tak adil oleh Trump.

Jika AS hengkang dari NATO, ada beberapa anggota lain dengan kapasitas militer dan pengaruh diplomatik yang besar yang bisa menggantikan Washington sebagai pimpinan aliansi tersebut. Siapa saja mereka?

Negara Calon Pemimpin Baru NATO Jika AS Keluar

1. Jerman


Jerman adalah salah satu penyumbang anggaran terbesar NATO selain Amerika Serikat. Perkiraannya mencapai hampir 16 persen.

Di luar kekuatan militer, Jerman juga memiliki memiliki pengaruh besar dalam kebijakan Eropa dan NATO. Belum lagi, hubungannya juga terpantau bagus dengan negara-negara anggota NATO lainnya.

Hal-hal semacam ini setidaknya bisa menjadi nilai tambah bagi Berlin untuk melenggang menjadi pemimpin baru NATO.

2. Prancis


Berikutnya ada Prancis. Negara ini menjadi adalah salah satu kekuatan militer terbesar di Eropa dengan kemampuan nuklir.

Prancis memiliki sejumlah nilai tambah yang dapat menjadikannya pengganti peran Amerika Serikat di NATO. Di antaranya seperti pengalaman kepemimpinan global, termasuk di Uni Eropa dan berbagai misi NATO.

Selain itu, Prancis juga masuk dalam daftar kontributor terbesar untuk anggaran militer NATO. Menurut laporan resmi NATO, mereka mencatat perkiraan kontribusi Prancis sebesar 10% dan berada di urutan keempat terbanyak.

3. Inggris


Pada keanggotaannya di NATO, Inggris juga memiliki pengaruh signifikan. London juga memiliki pengalaman kepemimpinan dalam kebijakan pertahanan dan keamanan internasional.

Di luar itu, Inggris adalah satu dari sedikit negara NATO dengan kekuatan nuklir dan militer modern. Selain hulu ledak nuklir, mereka memiliki sekitar 141.100 angkatan bersenjata aktif yang siap tempur.

4. Turki


Berikutnya ada Turki. Di NATO, negara berpenduduk mayoritas Muslim ini memiliki angkatan bersenjata kedua setelah Amerika Serikat.

Menurut perkiraan Military Balance 2025, Turki memiliki 355.200 personel militer aktif. Kekuatannya juga didukung banyak banyak komponen persenjataan, baik di darat, laut, dan udara.

Selain aspek kekuatan militer, Turki memiliki pengaruh strategis yang bisa dimanfaatkan NATO. Ankara sering menjadi kunci dalam isu-isu keamanan regional, termasuk konflik di Timur Tengah.

5. Italia


Lalu, ada Italia. Mereka juga angkatan bersenjata yang cukup besar dan berpengaruh di Laut Mediterania.

Pada sepak terjangnya, tentara Italia kerap terlibat dalam misi perdamaian dan operasi NATO. Keberadaannya bisa menjadi penyeimbang antara Eropa Barat dan Selatan dalam dinamika aliansi yang senantiasa terjadi.

Itulah beberapa negara calon pemimpin baru NATO jika Amerika Serikat benar-benar keluar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Jadwalkan...
Polda Metro Jaya Jadwalkan Periksa Awkarin Hari Ini Terkait Kasus Hanania Travel
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved