Trump Usulkan Denuklirisasi Karena AS Tidak Bisa Menang Melawan Rusia dan China, Ini Analisisnya
Minggu, 09 Maret 2025 - 02:20 WIB
loading...
AS tak mampu mengalahkan kemampuan pengembangan senjata nuklir Rusia dan China. Foto/Xinhua/Lin Jian
A
A
A
MOSKOW - Presiden Donald Trump telah mengusulkan perundingan trilateral AS-Rusia-China mengenai pemotongan stok senjata nuklir strategis.
Sputnik menghubungi salah satu pakar terkemuka Rusia mengenai isu keamanan strategis untuk membahas apa yang melatarbelakangi usulan tersebut, dan peluangnya untuk berhasil.
Trump Usulkan Denuklirisasi Karena AS Tidak Bisa Menang Melawan Rusia dan China, Ini Analisisnya
“Persenjataan nuklir gabungan China dan Rusia menghasilkan dua kali lipat keunggulan atas Amerika Serikat, atau akan menghasilkan dua kali lipat keunggulan di masa mendatang,” tegas Suslov.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Sputnik menghubungi salah satu pakar terkemuka Rusia mengenai isu keamanan strategis untuk membahas apa yang melatarbelakangi usulan tersebut, dan peluangnya untuk berhasil.
Trump Usulkan Denuklirisasi Karena AS Tidak Bisa Menang Melawan Rusia dan China, Ini Analisisnya
1. China dan Rusia Ungguli AS dalam Pengembangan Senjata Nuklir
"Senjata nuklir justru merupakan salah satu bidang di mana pesaing yang melampaui Amerika Serikat sangat terlihat," kata Dmitry Suslov, wakil direktur penelitian di Dewan Rusia untuk Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan.“Persenjataan nuklir gabungan China dan Rusia menghasilkan dua kali lipat keunggulan atas Amerika Serikat, atau akan menghasilkan dua kali lipat keunggulan di masa mendatang,” tegas Suslov.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
2. Perundingan Nuklir Jadi Alternatif
Perundingan nuklir adalah “alternatif” bagi AS untuk menghadapi kebangkrutan yang berasal dari pengeluaran pertahanan yang tinggi dan utang yang tidak berkelanjutan, terutama karena persenjataan nuklir AS masih berada di angka 80-an dan jauh tertinggal dari pesaing, terutama Rusia, dan akan membutuhkan sumber daya yang sangat besar untuk memodernisasinya, kata pengamat tersebut.3. Beralih ke Pengembangan Senjata Antariksa
Sebaliknya, Trump “ingin menyalurkan persaingan ke beberapa area lain, ke area yang sebagian besar menjadi keunggulan Amerika Serikat,” menurut Suslov, mulai dari senjata konvensional berpresisi tinggi hingga proposal “Kubah Emas” untuk SDI 2.0 berbasis ruang angkasa.Lihat Juga :