Hamas: Ancaman Trump Membahayakan Gencatan Senjata Gaza

Kamis, 06 Maret 2025 - 19:27 WIB
loading...
Hamas: Ancaman Trump...
Warga memasak di antara puing bangunan di Gaza. Foto/MEE
A A A
JALUR GAZA - Hamas menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merusak upaya mempertahankan gencatan senjata Gaza dengan menuntut pejuang Palestina segera membebaskan semua tawanan.

Ancaman Trump itu meningkatkan ketegangan saat ini. “Ancaman-ancaman ini mempersulit perjanjian gencatan senjata dan mendorong Israel menghindari komitmennya,” ujar juru bicara Hamas Hazem Qassem kepada Anadolu Agency.

“Hamas telah memenuhi semua kewajibannya di bawah tahap pertama, tetapi Israel menolak pindah ke tahap kedua. Pemerintah AS harus menekan pendudukan untuk terlibat dalam negosiasi untuk tahap berikutnya, sebagaimana yang diuraikan dalam perjanjian,” tegas dia.

Pernyataan Trump baru-baru ini, yang mengancam kehancuran lebih lanjut di Gaza kecuali semua tawanan dibebaskan dan mendesak para pemimpin Hamas melarikan diri, telah menambah ketidakstabilan, mempertaruhkan gencatan senjata yang rapuh dan memperpanjang penderitaan warga Palestina.

Hamas menuduh Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencoba menarik diri dari perjanjian gencatan senjata yang mereka capai pada bulan Januari.

Perjanjian tersebut menyerukan negosiasi mengenai fase kedua di mana para tawanan akan dibebaskan dengan imbalan lebih banyak tahanan Palestina, gencatan senjata permanen, dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Juru bicara Hamas Abdel-Latif al-Qanoua mengatakan, "Jalan terbaik untuk membebaskan tawanan Israel yang tersisa adalah melalui negosiasi pada fase tersebut, yang seharusnya dimulai pada awal Februari.” Sejauh ini, hanya pembicaraan persiapan terbatas yang telah diadakan.

Israel mendukung rencana baru di mana Hamas akan segera membebaskan setengah dari tawanan yang tersisa dan sisanya ketika gencatan senjata permanen dinegosiasikan.

Hamas telah menolak usulan tersebut dan mengatakan mereka berpegang teguh pada perjanjian yang ditandatangani pada bulan Januari.

Sementara itu, Presiden Israel Isaac Herzog memuji "komitmen" Trump membebaskan semua tawanan yang ditahan di Gaza, setelah presiden AS mengancam Hamas setelah pertemuan dengan mereka yang dibebaskan dan kerabat dari mereka yang masih ditahan.

Herzog berterima kasih kepada Trump karena "mendengar tangisan saudara-saudari kita".

"Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa, berarti menyelamatkan seluruh dunia," tulis dia di X, mengutip Taurat.

Israel telah membantai 48.440 warga Palestina dalam genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, dengan 10.000 orang lainnya hilang di bawah reruntuhan dan diduga tewas.

Baca juga: Macron Sebut Rusia Ancaman bagi Prancis dan Uni Eropa
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved