Siapa Caro Quintero? Bos Kartel Narkoba Meksiko yang Dikirim ke Penjara AS

Rabu, 05 Maret 2025 - 20:20 WIB
loading...
Siapa Caro Quintero?...
Caro Quintero merupakan bos kartel narkoba Meksiko yang dikirim ke penjara AS. Foto/X/@PedroMrquez_
A A A
WASHINGTON - Caro Quintero merupakan salah seorang bos kartel narkoba Meksiko . Dia disebut-sebut menjadi sosok di balik pembunuhan agen DEA Amerika Serikat pada 1985.

Baru-baru ini, Quintero dikirim ke AS oleh pihak berwenang Meksiko di tengah meningkatnya tekanan pada organisasi perdagangan narkoba di era pemerintahan Donald Trump. Menurut laporan APNews, dia dikirim bersama sekitar 28 tokoh kartel narkoba lain.

Para tokoh kartel yang dikirim ke AS dibawa dari penjara-penjara di seluruh Meksiko untuk menaiki pesawat di bandara utara Mexico City. Nantinya, mereka akan dibawa ke delapan kota di AS guna menjalani proses peradilan.

Siapa Caro Quintero?

Rafael Caro Quintero merupakan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah perdagangan narkoba di Meksiko. Lahir pada 24 Oktober 1952 di Badiraguato, Sinaloa, dia tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang sulit.

Berasal dari latar belakang keluarga dan lingkungan yang keras, Quintero sudah mengenal dunia kriminal sejak muda. Dalam perkembangannya, dia membangun salah satu kartel narkoba terbesar di masanya, Guadalajara, bersama sejumlah rekannya seperti Miguel Ángel Félix Gallardo dan Ernesto Fonseca Carrillo.

Kartel Guadalajara berkembang pesat di Meksiko pada akhir 1970-an hingga 1980-an. Mereka kemudian dikenal sebagai jaringan penyelundupan narkoba utama ke Amerika Serikat.

BacaJuga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru

Keberhasilan Quintero mengendalikan perdagangan narkoba membuatnya dikenal sebagai "Narco of Narcos". Kesuksesannya juga menarik perhatian pihak berwenang, terutama agen DEA (Drug Enforcement Administration) Amerika Serikat.

Salah satu kejahatan menggemparkan Quintero terjadi pada tahun 1985, tepatnya saat dia terlibat dalam penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan agen DEA, Enrique "Kiki" Camarena. Kiki awalnya membongkar ladang marijuana besar milik kartel, sehingga menyebabkan kerugian besar bagi bisnis ilegal mereka.

Sebagai pembalasan dendam, Kiki diculik dan disiksa sebelum akhirnya dibunuh. Kejadian ini memicu kemarahan besar dari pemerintah AS yang langsung melancarkan operasi perburuan terhadap Caro Quintero.

Tak lama, Quintero berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman 40 tahun penjara di Meksiko. Pada 2013, dia dibebaskan secara kontroversial oleh pengadilan Meksiko dengan alasan adanya kesalahan prosedural.

Pembebasan Quintero mengejutkan banyak pihak, terutama pemerintah AS yang masih mengincarnya. Setelah bebas, dia sempat kembali ke dunia kriminal dan menjadi sosok penting dalam Kartel Sinaloa.

Selama hampir satu dekade, Quintero menjadi buronan paling dicari oleh FBI dengan hadiah $20 juta bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi tentang keberadaannya. Pada Juli 2022, dia ditangkap kembali oleh pasukan keamanan Meksiko di Sinaloa dalam sebuah operasi besar.

Belajar dari kesalahan, pemerintah Meksiko langsung memproses ekstradisinya ke Amerika Serikat. Nantinya, Quintero akan menghadapi berbagai dakwaan, termasuk perdagangan narkoba, pencucian uang, dan pembunuhan agen DEA.

Setelah prosesnya berjalan, pemerintah Meksiko menyerahkan Quintero ke pihak AS. Meski belum diputus vonisnya, dia berpotensi menghadapi hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan.

Meski Quintero telah ditangkap, warisan yang ditinggalkannya masih berpengaruh dalam dunia perdagangan narkoba. Kartel-kartel besar masih sering menggunakan jalur penyelundupan yang dia rintis puluhan tahun lalu.

Bahkan, kisahnya telah diangkat dalam berbagai film dan serial dokumenter, termasuk dalam Narcos: Mexico.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Bukan Sekadar Batasi...
Bukan Sekadar Batasi Screen Time, Nova Nayla Bagikan Cara Bijak Mindful Parenting
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved