Mengapa Negara-negara Arab Bersatu Dukung Rencana Mesir Senilai Rp865 Triliun untuk Membangun Gaza?
Rabu, 05 Maret 2025 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
“Kami juga menegaskan kembali penolakan kami terhadap praktik Israel yang mengamanatkan pendudukan di Tepi Barat dan Yerusalem dengan tujuan merusak solusi dua negara dan perjuangan Palestina.”
Ia juga mengecam tindakan Israel yang bertujuan merusak solusi dua negara melalui praktik pendudukan di Tepi Barat dan Yerusalem.
Abbas memuji rencana rekonstruksi Arab-Mesir karena membuat warga Palestina tetap tinggal di tanah air mereka.
“Kami menyerukan Trump untuk mendukung upaya rekonstruksi atas dasar-dasar ini, daripada dasar lainnya.”
Abbas juga menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan pemilihan presiden dan parlemen jika kondisinya memungkinkan.
Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Irak Abdul Latif Rashid bergabung dengan para pemimpin lainnya dalam mendukung rencana Mesir selama pidato mereka di pertemuan puncak tersebut.
Saat pertama kali melontarkan idenya agar Amerika Serikat "mengambil alih" Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera" Asia Barat, sambil memaksa penduduk Palestina untuk pindah ke Mesir atau Yordania.
Palestina, negara-negara Arab, dan banyak pemerintah Eropa telah menolak usulan Trump, menentang segala upaya untuk mengusir warga Gaza.
Trump baru-baru ini tampaknya melunakkan pendiriannya, dengan mengatakan bahwa ia "tidak memaksakan" rencana tersebut, yang menurut para ahli dapat melanggar hukum internasional.
Ia juga mengecam tindakan Israel yang bertujuan merusak solusi dua negara melalui praktik pendudukan di Tepi Barat dan Yerusalem.
Abbas memuji rencana rekonstruksi Arab-Mesir karena membuat warga Palestina tetap tinggal di tanah air mereka.
“Kami menyerukan Trump untuk mendukung upaya rekonstruksi atas dasar-dasar ini, daripada dasar lainnya.”
Abbas juga menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan pemilihan presiden dan parlemen jika kondisinya memungkinkan.
Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Irak Abdul Latif Rashid bergabung dengan para pemimpin lainnya dalam mendukung rencana Mesir selama pidato mereka di pertemuan puncak tersebut.
Saat pertama kali melontarkan idenya agar Amerika Serikat "mengambil alih" Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera" Asia Barat, sambil memaksa penduduk Palestina untuk pindah ke Mesir atau Yordania.
Palestina, negara-negara Arab, dan banyak pemerintah Eropa telah menolak usulan Trump, menentang segala upaya untuk mengusir warga Gaza.
Trump baru-baru ini tampaknya melunakkan pendiriannya, dengan mengatakan bahwa ia "tidak memaksakan" rencana tersebut, yang menurut para ahli dapat melanggar hukum internasional.
(ahm)
Lihat Juga :