Ekonomi China Melambat, Denda Besar atas Pelanggaran Ringan Hantui Warga
Rabu, 05 Maret 2025 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, dalam perjalanan pulang, petugas penegak hukum transportasi menghentikannya dan menjatuhkan denda sebesar 30.000 yuan karena mengangkut bahan berbahaya tanpa izin.
Denda yang besar tersebut memicu kemarahan publik, yang mendorong pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali. Mengingat ini adalah pelanggaran pertamanya dan tidak ada cedera serius yang terjadi, mereka akhirnya memutuskan untuk mengembalikan denda tersebut.
Di tengah meningkatnya tantangan keuangan, banyak pemerintah daerah di China telah menggunakan “long-distance fishing”, di mana departemen keamanan publik dan peradilan menargetkan bisnis di luar yurisdiksi mereka sendiri.
Salah satu contohnya adalah Yinjian King Group di Guangdong, yang menjadi sasaran pada tahun 2022. Perusahaan tersebut, yang telah menghasilkan pendapatan sebesar 2,423 miliar yuan dan sedang mempersiapkan IPO di Hong Kong pada pertengahan tahun 2023, menghadapi tuduhan berat.
Pada Oktober 2023, biro keamanan publik dari Provinsi Hunan menuduh Yinjian King Group melakukan penipuan dan mengirim lebih dari 1.600 petugas polisi ke Guangdong untuk menggerebek anak perusahaannya.
Meski jumlah total yang terlibat hanya lebih dari 600.000 yuan, penyidik Hunan membekukan 64 akun terkait Yinjian King Group. Akibatnya, perusahaan terpaksa menarik aplikasi IPO-nya di Hong Kong karena kendala keuangan, yang menyebabkan runtuhnya operasi bisnisnya, yang belum dilanjutkan.
Penegakan hukum lintas-regional ini tidak hanya menargetkan perusahaan swasta; tetapi juga sangat memengaruhi warga China yang terlibat dalam pembelian dan penjualan daring. Baik menjual barang bekas pribadi atau membeli barang mewah bekas seperti tas desainer atau jam tangan, warga China menghadapi risiko signifikan terhadap penipuan atau terkena denda berat.
Denda yang besar tersebut memicu kemarahan publik, yang mendorong pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali. Mengingat ini adalah pelanggaran pertamanya dan tidak ada cedera serius yang terjadi, mereka akhirnya memutuskan untuk mengembalikan denda tersebut.
Di tengah meningkatnya tantangan keuangan, banyak pemerintah daerah di China telah menggunakan “long-distance fishing”, di mana departemen keamanan publik dan peradilan menargetkan bisnis di luar yurisdiksi mereka sendiri.
Salah satu contohnya adalah Yinjian King Group di Guangdong, yang menjadi sasaran pada tahun 2022. Perusahaan tersebut, yang telah menghasilkan pendapatan sebesar 2,423 miliar yuan dan sedang mempersiapkan IPO di Hong Kong pada pertengahan tahun 2023, menghadapi tuduhan berat.
Pada Oktober 2023, biro keamanan publik dari Provinsi Hunan menuduh Yinjian King Group melakukan penipuan dan mengirim lebih dari 1.600 petugas polisi ke Guangdong untuk menggerebek anak perusahaannya.
Meski jumlah total yang terlibat hanya lebih dari 600.000 yuan, penyidik Hunan membekukan 64 akun terkait Yinjian King Group. Akibatnya, perusahaan terpaksa menarik aplikasi IPO-nya di Hong Kong karena kendala keuangan, yang menyebabkan runtuhnya operasi bisnisnya, yang belum dilanjutkan.
Penegakan hukum lintas-regional ini tidak hanya menargetkan perusahaan swasta; tetapi juga sangat memengaruhi warga China yang terlibat dalam pembelian dan penjualan daring. Baik menjual barang bekas pribadi atau membeli barang mewah bekas seperti tas desainer atau jam tangan, warga China menghadapi risiko signifikan terhadap penipuan atau terkena denda berat.
(mas)
Lihat Juga :