Rencana Mesir untuk Rekonstruksi Gaza Serukan Pengaturan Tata Kelola Transisi

Rabu, 05 Maret 2025 - 06:27 WIB
loading...
Rencana Mesir untuk...
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. Foto/tasnim
A A A
KAIRO - Mesir menyusun rencana untuk rekonstruksi Jalur Gaza yang akan memerlukan pengaturan tata kelola transisi.

Saluran berita Al-Qahera yang berafiliasi dengan negara, mengutip rencana tersebut, mengatakan rekonstruksi Gaza juga akan memerlukan pengaturan keamanan yang menjaga prospek solusi dua negara.

"Ini adalah solusi optimal dari perspektif hukum internasional dan komunitas internasional," ungkap rencana itu.

Rencana Mesir menekankan, "Gaza adalah bagian integral dari wilayah Palestina. Upaya untuk merampas harapan rakyat Palestina untuk mendapatkan negara atau merampas tanah mereka hanya akan menyebabkan konflik dan ketidakstabilan lebih lanjut. Mempertahankan gencatan senjata di Jalur Gaza adalah keharusan."

Menurut saluran tersebut, rencana Mesir akan memakan waktu tiga tahun untuk dilaksanakan dan mencakup program pemulihan awal dan upaya rekonstruksi yang berjalan secara paralel, sambil bergerak maju menuju solusi dua negara sebagai bagian dari resolusi politik.

“Pembentukan zona penyangga setelah pembersihan puing-puing dan pembangunan 20 area perumahan sementara dengan partisipasi perusahaan-perusahaan Mesir dan asing,” papar rencana itu.

Rencana tersebut mencakup pembentukan komite administrasi Gaza untuk menjalankan daerah kantong tersebut selama periode transisi enam bulan.

Komite ini akan bersifat independen dan terdiri dari “teknokrat” non-partisan yang beroperasi di bawah naungan pemerintah Palestina.

Mesir akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak darurat Arab pada hari Selasa untuk merumuskan sikap Arab yang bersatu mengenai masalah Palestina dan menyampaikan usulan balasan Arab terhadap rencana AS untuk memindahkan penduduk Gaza.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyerukan “mengambil alih” Gaza dan memukimkan kembali penduduknya untuk mengembangkannya menjadi tujuan wisata.

Rencananya ditolak dunia Arab dan banyak negara lain, yang mengatakan hal itu sama saja dengan pembersihan etnis.

Hampir 48.400 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 111.000 lainnya terluka dalam genosida brutal Israel di Gaza sejak Oktober 2023.

Israel telah menghancurkan daerah kantong tersebut. Genosida dihentikan sementara berdasarkan perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang mulai berlaku pada 19 Januari.

Israel menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza pada hari Minggu karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak memulai negosiasi pada tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Hamas.

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas perangnya melawan warga Palestina di daerah kantong tersebut.

Baca juga: Tentara Israel dan Pemukim Yahudi Lakukan 1.705 Serangan di Tepi Barat Bulan Lalu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved