Krisis Populasi, Banyak Warga dan Ekspatriat Tinggalkan Kota Shanghai

Senin, 03 Maret 2025 - 11:49 WIB
loading...
A A A
Pada November 2024 saja, tingkat pertumbuhan penjualan ritel Shanghai anjlok hingga 24,4 poin persentase, turun menjadi minus 13,5 persen.

Baca Juga: China Singkirkan Pejabat Uighur yang Dinilai Bermuka Dua

Para ekonom mencatat bahwa sejak tahun 2024, belanja konsumen China secara keseluruhan, sebagaimana tercermin dalam total penjualan ritel, tetap lemah. Kota-kota lapis pertama seperti Beijing dan Shanghai telah mengalami pertumbuhan ritel yang lebih lemah, dengan penurunan tahunan selama beberapa bulan.

Shanghai dan Beijing masing-masing mencatat pertumbuhan ritel negatif selama sembilan dan tujuh bulan berturut-turut. Pada November 2024 saja, penurunan tahun ke tahun di kedua kota ini melebihi 10 persen.

Seorang analis pasar menunjukkan bahwa salah satu alasan utama penurunan tajam pertumbuhan ritel Shanghai adalah penarikan perusahaan asing dari China dalam beberapa tahun terakhir.

Hengkangnya para profesional berpenghasilan tinggi yang pernah tinggal di kota-kota ini secara langsung telah melemahkan belanja konsumen.

Ekonom di Namura China menganalisis lebih lanjut bahwa dalam keadaan normal, kaum muda memiliki daya beli yang lebih kuat daripada orang tua.

Namun, karena kemerosotan ekonomi menyusutkan kesempatan kerja di kota-kota besar, terjadi pergeseran populasi. Kaum muda meninggalkan kota-kota seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou untuk mencari peluang yang lebih baik di tempat lain.

Kemerosotan ekonomi juga berdampak buruk pada tempat makan mewah dan konsumsi mewah, yang semakin melemahkan pasar konsumen di Beijing dan Shanghai. Dengan tutupnya perusahaan dan berkurangnya kesempatan kerja, banyak penduduk non-lokal, terutama pekerja muda yang tidak lagi mampu membayar biaya hidup Shanghai yang tinggi, berbondong-bondong meninggalkan kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Infografis
Kota dengan Durasi Puasa...
Kota dengan Durasi Puasa Ramadan Terlama dan Tersingkat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved