Krisis Populasi, Banyak Warga dan Ekspatriat Tinggalkan Kota Shanghai

Senin, 03 Maret 2025 - 11:49 WIB
loading...
A A A
Mengingat kontrol ketat Partai Komunis China (CCP) atas data, sulit untuk mengetahui sejauh mana sebenarnya situasi ini. Jika arus keluar penduduk nonlokal terus berlanjut, siapa yang akan membeli rumah di Shanghai? Harga perumahan di kota tersebut mungkin akan terus anjlok.

Hilangnya Populasi


Selain migrasi dari kota-kota besar ke kota-kota kecil, arus keluar penduduk China secara keseluruhan juga meningkat. Semakin banyak elite kaya China yang beremigrasi. Seorang pria lokal berkomentar, “Data ini mengerikan. Pada Februari tahun lalu saja, 380.000 orang di Shanghai sedang dalam proses imigrasi, membawa serta aset setidaknya 48 miliar yuan (sekitar USD6,57 miliar).”

“Setiap tahun, tidak kurang dari 15.000 jutawan meninggalkan China. Orang-orang ini menghasilkan uang di China dan kemudian segera pergi. Mereka tidak hanya mentransfer miliaran dolar ke luar negeri; mereka juga membawa serta sejumlah besar keahlian teknologi,” ungkapnya.

Data tersebut berasal dari laporan oleh AfrAsia Bank dan kemungkinan merupakan perkiraan konservatif—angka sebenarnya bisa jadi lebih tinggi. Selain itu, imigrasi jutawan China mencakup 15 persen dari total imigran kaya di dunia.

Satu hal yang lebih mengkhawatirkan lagi, 60 persen dari 100 orang terkaya di China telah menunjukkan niat untuk pergi. Jika melihat Daftar Orang Terkaya China versi Hurun, banyak dari orang-orang superkaya ini mungkin masih memegang kewarganegaraan China, tetapi pada kenyataannya, hati, uang, dan bahkan keberadaan fisik mereka sudah berada di luar China.

Hilangnya populasi juga membuat sistem pendidikan dan pendaftaran rumah tangga (hukou) Shanghai yang dulunya sangat didambakan menjadi kurang diminati. Banyak orang mengatakan bahwa mereka mendengar banyak taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Shanghai ditutup karena angka kelahiran yang rendah.

Dengan jumlah bayi yang terlalu sedikit, Shanghai berupaya menarik orang dan pekerja migran. Warga di kota itu tidak perlu lagi meninggalkan anak-anak mereka di kampung halaman.

Sebaliknya, warga Shanghai saat ini dapat mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah umum Shanghai, yang memungkinkan mereka menyelesaikan pendidikan hingga ujian masuk perguruan tinggi nasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Tegang! Pesawat-Pesawat...
Tegang! Pesawat-Pesawat Militer AS Gentayangan di Sekitar Iran
Rekomendasi
IU dan Lee Jong Suk...
IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus setelah 4 Tahun Pacaran, Agensi Buka Suara
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jalan Sempoyongan di KPK usai Terjaring OTT
Berita Terkini
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Infografis
4 Tentara Wanita Israel...
4 Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Tersenyum dan Lambaikan Tangan ke Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved