Reaksi Dunia usai Trump dan Zelensky Bertengkar: 'Badut Kokain, Antek Putin'
Minggu, 02 Maret 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
6. Jerman
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan: "Tidak seorang pun menginginkan perdamaian lebih dari warga Ukraina! Itulah sebabnya kami bekerja sama untuk menemukan cara menuju perdamaian yang langgeng dan adil. Ukraina dapat mengandalkan Jerman—dan Eropa."
Kanselir Jerman berikutnya, Friedrich Merz, juga meyakinkan dukungannya kepada Zelensky, dengan menyatakan: "Kita tidak boleh membingungkan agresor dan korban dalam perang yang mengerikan ini."
7. Italia
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyerukan pertemuan puncak antara Amerika Serikat, Eropa, dan sekutu mereka untuk membahas perang Ukraina.
"Pertemuan puncak tanpa penundaan diperlukan untuk berbicara terus terang tentang bagaimana kita bermaksud mengatasi tantangan utama saat ini, dimulai dengan Ukraina, yang bersama-sama telah kita bela dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
8. Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyuarakan dukungannya untuk Ukraina, dengan menyatakan bahwa dia melakukan semua yang dia bisa untuk menemukan jalan menuju perdamaian abadi berdasarkan kedaulatan dan keamanan bagi Ukraina, kata seorang juru bicara Downing Street.
9. Hongaria
Sebaliknya, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berterima kasih kepada Trump karena berdiri "dengan berani untuk perdamaian”, dengan menyatakan: "Orang kuat menciptakan perdamaian, orang lemah menciptakan perang."
Pemimpin Eropa lainnya seperti Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson, Presiden Lithuania Gitanas Nausėda, Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Harris, Perdana Menteri Ceko Petr Fiala, dan Perdana Menteri Latvia Evika Siliņa, juga telah menegaskan kembali dukungan mereka untuk Ukraina.
10. Uni Eropa
Uni Eropa juga telah menyatakan dukungannya terhadap Ukraina, dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa meyakinkan Zelensky bahwa dia tidak pernah sendirian.
"Jadilah kuat, jadilah berani, jadilah tak kenal takut. Kami akan terus bekerja sama dengan Anda untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
"Perdamaian yang adil dan abadi", imbuh dia.
Diplomat utama blok tersebut, Kaja Kallas, mempertanyakan kepemimpinan Amerika Serikat dalam aliansi transatlantik, dengan menyatakan: ”Hari ini, menjadi jelas bahwa dunia bebas membutuhkan pemimpin baru. Terserah kita, orang Eropa, untuk menerima tantangan ini."
(mas)
Lihat Juga :