Reaksi Dunia usai Trump dan Zelensky Bertengkar: 'Badut Kokain, Antek Putin'

Minggu, 02 Maret 2025 - 06:30 WIB
loading...
Reaksi Dunia usai Trump...
Para pemimpin dunia bereaksi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertengkar dengan Presiden AS Donald Trump di Gedun Putih. Foto/Screengrab video Sky News
A A A
WASHINGTON - Misi kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Gedung Putih berujung kacausetelahdiabertengkar dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance. Pertengkaran di depan media tersebut telah memicu reaksi dari para pemimpin dunia.

Zelensky semestinya berkunjung untuk menandatangani kesepakatan akses Amerika atas mineral tanah langka Ukraina, yang menurut Trump, sebagai kompensasi atas bantuan militer Washington kepada Kyiv selama perangnya melawan Moskow.

Alih-alih misi tersebut berjalan mulus, Zelensky cekcok hebat dengan Trump dan Vance dan kunjungan pada hari Jumat waktu Washington itu berakhir tanpa penandatanganan kesepakatan.

Baca Juga: Zelensky dan Trump Bertengkar, Rusia Ledek Ukraina Gagal Total

Reaksi Dunia atas Pertengkaran Zelensky dan Trump

1. Amerika Serikat


Para politisi Amerika terbelah dalam menyikapi pertengkaran tersebut.

Senator Partai Demokrat menuduh Trump dan Vance lebih memihak Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer mengatakan: "Trump dan Vance melakukan pekerjaan kotor Putin. Senat Demokrat tidak akan pernah berhenti memperjuangkan kebebasan dan demokrasi."

Sedangkan anggota Parlemen dari Partai Republik Don Bacon mengkritik pertemuan tersebut, menyebutnya sebagai "hari yang buruk bagi kebijakan luar negeri Amerika."

Para anggota Parlemen Parai Demokrat juga mengecam Trump, dengan salah satunya mengatakan: "Itu adalah hari yang luar biasa bagi Vladimir Putin. Presiden Trump dan Wapres Vance adalah antek terbaik yang pernah dimilikinya."

2. Rusia


Di sisi lain, pejabat Rusia telah mengejek Zelensky, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa itu adalah "keajaiban pengendalian diri" Trump dan Vance sehingga tidak menggunakan agresi fisik.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menggunakan media sosial untuk meledek Zelensky, yang dia sebut menerima "tamparan keras di Oval Office."

Dia juga menyebutnya sebagai "badut kokain", mengulang tuduhannya bahwa Zelensky merupakan pengguna narkoba.

Kirill Dmitriev, salah satu negosiator Moskow, mencap pertikaian antara Trump dan Zelensky sebagai "bersejarah".

3. Ukraina


Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha memuji Zelensky karena memiliki "keberanian dan kekuatan untuk membela apa yang benar."

“Zelensky membela Ukraina dan tujuan perdamaian yang adil dan abadi," kata Sybiha di X.

4. Prancis


Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Rusia adalah agresor dan Ukraina adalah orang-orang yang diserang.

"Kita harus menghormati mereka yang telah berjuang sejak awal," katanya kepada wartawan selama kunjungannya ke Portugal.

"Saya pikir kita semua benar untuk membantu Ukraina dan memberi sanksi kepada Rusia tiga tahun lalu, dan untuk terus melakukannya. Kita, yaitu Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang, dan banyak lainnya," katanya.

5. Spanyol


Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan solidaritasnya dengan Ukraina, dengan mengunggah pesan dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan Ukraina: "Ucrania, España está contigo. Ukraina, Spanyol mendukung Anda. Україно, Іспанія з тобою."

6. Jerman


Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan: "Tidak seorang pun menginginkan perdamaian lebih dari warga Ukraina! Itulah sebabnya kami bekerja sama untuk menemukan cara menuju perdamaian yang langgeng dan adil. Ukraina dapat mengandalkan Jerman—dan Eropa."

Kanselir Jerman berikutnya, Friedrich Merz, juga meyakinkan dukungannya kepada Zelensky, dengan menyatakan: "Kita tidak boleh membingungkan agresor dan korban dalam perang yang mengerikan ini."

7. Italia


Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyerukan pertemuan puncak antara Amerika Serikat, Eropa, dan sekutu mereka untuk membahas perang Ukraina.

"Pertemuan puncak tanpa penundaan diperlukan untuk berbicara terus terang tentang bagaimana kita bermaksud mengatasi tantangan utama saat ini, dimulai dengan Ukraina, yang bersama-sama telah kita bela dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

8. Inggris


Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyuarakan dukungannya untuk Ukraina, dengan menyatakan bahwa dia melakukan semua yang dia bisa untuk menemukan jalan menuju perdamaian abadi berdasarkan kedaulatan dan keamanan bagi Ukraina, kata seorang juru bicara Downing Street.

9. Hongaria


Sebaliknya, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berterima kasih kepada Trump karena berdiri "dengan berani untuk perdamaian”, dengan menyatakan: "Orang kuat menciptakan perdamaian, orang lemah menciptakan perang."

Pemimpin Eropa lainnya seperti Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson, Presiden Lithuania Gitanas Nausėda, Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Harris, Perdana Menteri Ceko Petr Fiala, dan Perdana Menteri Latvia Evika Siliņa, juga telah menegaskan kembali dukungan mereka untuk Ukraina.

10. Uni Eropa


Uni Eropa juga telah menyatakan dukungannya terhadap Ukraina, dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa meyakinkan Zelensky bahwa dia tidak pernah sendirian.

"Jadilah kuat, jadilah berani, jadilah tak kenal takut. Kami akan terus bekerja sama dengan Anda untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
"Perdamaian yang adil dan abadi", imbuh dia.

Diplomat utama blok tersebut, Kaja Kallas, mempertanyakan kepemimpinan Amerika Serikat dalam aliansi transatlantik, dengan menyatakan: ”Hari ini, menjadi jelas bahwa dunia bebas membutuhkan pemimpin baru. Terserah kita, orang Eropa, untuk menerima tantangan ini."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved