Warga Gaza Sambut Ramadan di Tengah Reruntuhan
Jum'at, 28 Februari 2025 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Sambil memajang lentera di luar tokonya di Gaza, Al-Ajooz berkata, "Orang-orang masih menderita, tidak banyak pergerakan di pasar."
Selain kekurangan dana, orang-orang juga menimbun barang tanpa fasilitas, termasuk listrik. "Lentera membutuhkan listrik," ujar Al-Ajooz, "Jadi (kami hanya menjualnya) sebagai hiasan."
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, hampir 1,5 juta warga Palestina kehilangan rumah atau tempat berlindung setelah serangan bom Israel.
Perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan telah berlaku di Gaza sejak 19 Januari, menghentikan perang Israel yang menewaskan 48.350 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan membuat daerah kantong itu hancur.
Baca juga: Lebih dari 100.000 Siswa Mendaftar di Sekolah-sekolah Gaza saat Tahun Ajaran Baru Dimulai
Selain kekurangan dana, orang-orang juga menimbun barang tanpa fasilitas, termasuk listrik. "Lentera membutuhkan listrik," ujar Al-Ajooz, "Jadi (kami hanya menjualnya) sebagai hiasan."
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, hampir 1,5 juta warga Palestina kehilangan rumah atau tempat berlindung setelah serangan bom Israel.
Perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan telah berlaku di Gaza sejak 19 Januari, menghentikan perang Israel yang menewaskan 48.350 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan membuat daerah kantong itu hancur.
Baca juga: Lebih dari 100.000 Siswa Mendaftar di Sekolah-sekolah Gaza saat Tahun Ajaran Baru Dimulai
(sya)
Lihat Juga :