Israel Bebaskan Tahanan Palestina dalam Kondisi Koma, Namanya Kazem Zawahra
Jum'at, 28 Februari 2025 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Zawahra, yang terluka parah, sebelumnya telah dijadwalkan untuk dibebaskan tetapi pertukaran itu ditunda Sabtu lalu ketika rezim pendudukan Israel menunda gelombang ketujuh dari fase pertama perjanjian gencatan senjata.
Menurut laporan Palestine Chronicle, Jumat (28/2/2025), Zawahra terluka pada 22 Februari 2024, sementara saudaranya; Muhammad terbunuh, bersama dengan Ahmed al-Wahsh, setelah ditembak oleh pasukan pendudukan Israel di pos pemeriksaan militer Al-Zaim dekat Yerusalem yang diduduki.
Otoritas Urusan Tahanan dan Klub Tahanan Palestina sebelumnya telah menyatakan bahwa Zawahra, asal Betlehem, masih dalam kondisi parah dan bergantung pada ventilator.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Israel membebaskan 42 tahanan Palestina ke Tepi Barat dan Yerusalem. Sebanyak 620 tahanan diperkirakan akan dibebaskan dalam gelombang ketujuh perjanjian pertukaran antara Hamas dan Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata Gaza.
Antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, pendudukan Israel, dengan dukungan AS, melakukan apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai kampanye genosida di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 160.000 warga Palestina tewas atau terluka, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 14.000 orang hilang.
Menurut laporan Palestine Chronicle, Jumat (28/2/2025), Zawahra terluka pada 22 Februari 2024, sementara saudaranya; Muhammad terbunuh, bersama dengan Ahmed al-Wahsh, setelah ditembak oleh pasukan pendudukan Israel di pos pemeriksaan militer Al-Zaim dekat Yerusalem yang diduduki.
Otoritas Urusan Tahanan dan Klub Tahanan Palestina sebelumnya telah menyatakan bahwa Zawahra, asal Betlehem, masih dalam kondisi parah dan bergantung pada ventilator.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Israel membebaskan 42 tahanan Palestina ke Tepi Barat dan Yerusalem. Sebanyak 620 tahanan diperkirakan akan dibebaskan dalam gelombang ketujuh perjanjian pertukaran antara Hamas dan Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata Gaza.
Antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, pendudukan Israel, dengan dukungan AS, melakukan apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai kampanye genosida di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 160.000 warga Palestina tewas atau terluka, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 14.000 orang hilang.
(mas)
Lihat Juga :