Nasib Nauru: Dulu Negara Terkaya, Sekarang Jual Kewarganegaraan demi Bertahan Hidup

Kamis, 27 Februari 2025 - 14:34 WIB
loading...
A A A

Skema Paspor Emas


Upaya pendanaan iklim yang ada "tidak cukup" untuk mengatasi tantangan tersebut, kata Edward Clark, yang menjalankan Program Kewarganegaraan Ketahanan Ekonomi dan Iklim Nauru yang baru.

"Pembiayaan utang memberikan beban yang tidak semestinya pada generasi mendatang dan tidak ada cukup bantuan," katanya kepada AFP.

Pemerintah Nauru berharap dapat meraup USD5,7 juta pada tahun pertama program tersebut, yang setara dengan sekitar 66 aplikasi yang berhasil, kata Clark.

Pemerintah berharap jumlah ini akan meningkat secara bertahap hingga USD43 juta—atau sekitar 500 aplikasi yang berhasil—yang akan mencapai hampir 20 persen dari total pendapatan pemerintah.

Pejabat Nauru yakin 90 persen penduduk pada akhirnya harus pindah ke dataran tinggi.

Tahap pertama relokasi massal ini diperkirakan menelan biaya lebih dari USD60 juta.

Untuk membayar tagihan, Nauru telah menggantungkan harapannya pada program kewarganegaraan melalui investasi yang baru.

Clark mengatakan itu adalah semacam "inovasi".

"Sudah diketahui umum bahwa negara-negara berkembang yang rentan terhadap iklim secara tidak proporsional terkena dampak perubahan iklim, dan oleh karena itu ada kebutuhan mendesak untuk memastikan mereka mendapatkan manfaat yang tidak proporsional dari inovasi iklim," katanya.

"Negara-negara seperti Nauru memiliki kebutuhan dan hak untuk menjadi makmur," imbuh Clark.

Nauru mengeklaim paspornya akan memberikan akses masuk bebas visa ke 89 negara, termasuk Inggris, Irlandia, Uni Emirat Arab, dan Hong Kong.

Pernah Jual Kewarganegaraan ke al-Qaeda


Lebih dari 60 negara berbeda menawarkan beberapa bentuk migrasi untuk skema investasi, menurut Lowy Institute Australia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Spirit Airlines Tutup...
Spirit Airlines Tutup karena Jadi Korban Perang Iran, Ini Respons Pemerintah Trump
Rust Belt Pernah Capai...
Rust Belt Pernah Capai Kejayaan, Kenapa Kini Justru Sinyal Kebangkrutan AS?
Elon Musk: AS 1.000%...
Elon Musk: AS 1.000% Akan Bangkrut
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia
Anggota Kongres AS Ilhan...
Anggota Kongres AS Ilhan Omar Ubah Tahun Kelahiran, Akankah Dideportasi?
9 Juta Muslim Inggris...
9 Juta Muslim Inggris Bisa Kehilangan Kewarganegaraan, Ini Sebabnya
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved