Malaysia Airlines MH370 Dicari Lagi setelah Lenyap Misterius Hampir 11 Tahun
Rabu, 26 Februari 2025 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Malaysia pada bulan Desember tahun lalu mengatakan telah setuju meluncurkan pencarian baru untuk MH370.
Pesawat Boeing 777 itu membawa 239 orang, termasuk beberapa warga negara Indonesia (WNI), ketika menghilang dari layar radar pada 8 Maret 2014, saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.
Meskipun merupakan pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan, pesawat tersebut belum juga ditemukan hingga hari ini.
"Kami sangat lega dan senang bahwa pencarian dilanjutkan lagi setelah jeda yang begitu lama," kata Grace Nathan (36), warga Malaysia yang kehilangan ibunya dalam tragedi tersebut, kepada AFP, Rabu (26/2/2025).
Pada bulan Desember, Loke mengatakan pencarian baru itu akan menggunakan prinsip yang sama, "tidak ditemukan, tidak dibayar" seperti pencarian Ocean Infinity sebelumnya, dengan pemerintah hanya membayar jika menemukan pesawat itu.
Kontrak itu berlaku selama 18 bulan dan Malaysia akan membayar USD70 juta kepada perusahaan itu jika pesawat itu ditemukan, kata Loke sebelumnya.
Ocean Infinity, yang berkantor pusat di Inggris dan Amerika Serikat, melakukan pencarian yang tidak berhasil pada tahun 2018.
Pesawat Boeing 777 itu membawa 239 orang, termasuk beberapa warga negara Indonesia (WNI), ketika menghilang dari layar radar pada 8 Maret 2014, saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.
Meskipun merupakan pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan, pesawat tersebut belum juga ditemukan hingga hari ini.
"Kami sangat lega dan senang bahwa pencarian dilanjutkan lagi setelah jeda yang begitu lama," kata Grace Nathan (36), warga Malaysia yang kehilangan ibunya dalam tragedi tersebut, kepada AFP, Rabu (26/2/2025).
Pencarian Sebelumnya untuk MH370
Pada bulan Desember, Loke mengatakan pencarian baru itu akan menggunakan prinsip yang sama, "tidak ditemukan, tidak dibayar" seperti pencarian Ocean Infinity sebelumnya, dengan pemerintah hanya membayar jika menemukan pesawat itu.
Kontrak itu berlaku selama 18 bulan dan Malaysia akan membayar USD70 juta kepada perusahaan itu jika pesawat itu ditemukan, kata Loke sebelumnya.
Ocean Infinity, yang berkantor pusat di Inggris dan Amerika Serikat, melakukan pencarian yang tidak berhasil pada tahun 2018.
Lihat Juga :