Jet-jet Tempur Israel Bombardir Suriah

Rabu, 26 Februari 2025 - 08:49 WIB
loading...
Jet-jet Tempur Israel...
Jet-jet tempur Israel bombardir Suriah selatan dengan dalih melakukan demiliterisasi total. Foto/IDF
A A A
DAMASKUS - Jet-jet tempur Israel telah membombardir wilayah Suriah selatan pada Selasa malam. Militer Zionis mengeklaim serangan udaranya menargetkan lokasi militer yang berisi senjata.

Agresi ini terjadi beberapa hari setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyerukan demiliterisasi wilayah tersebut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan setidaknya dua orang tewas akibat serangan udara di salah satu lokasi, yakni markas besar unit militer Suriah di barat daya Damaskus.

Baca Juga: Serangan Udara AS Tewaskan Saudara Menteri Suriah yang Berafiliasi dengan al-Qaeda

Kelompok pemantau perang tersebut tidak dapat memastikan apakah korban adalah warga sipil atau militer Suriah.

"Selama beberapa jam terakhir, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menyerang target militer di Suriah selatan termasuk pusat komando dan beberapa lokasi yang berisi senjata," kata IDF dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan lokasi pasti serangan tersebut.

"Kehadiran pasukan dan aset militer di bagian selatan Suriah menimbulkan ancaman bagi warga Israel. IDF akan terus beroperasi untuk menghilangkan ancaman apa pun terhadap warga negara Israel," lanjut IDF.

SOHR mengatakan dua lokasi militer di selatan ibu kota Suriah menjadi sasaran. Koresponden AFP melaporkan ledakan keras dan pesawat tempur terbang di atas kota tersebut.

"Pesawat Israel melakukan empat serangan di markas besar unit militer di barat daya Damaskus. Bersamaan dengan itu, serangan Israel lainnya menghantam posisi militer di provinsi Daraa," imbuh SOHR, yang dilansir AFP, Rabu (26/2/2025).

Serangan di provinsi Daraa menghantam Tell al-Hara, puncak bukit strategis yang menghadap ke wilayah luas Golan dan Israel utara, menurut SOHR.

Demilitarisasi Total


Serangan terbaru terjadi setelah Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa Suriah selatan harus didemiliterisasi total, memperingatkan bahwa Israel tidak akan menerima kehadiran pasukan pemerintah baru yang dipimpin kubu Islamis Suriah di dekat wilayahnya.

“Kami tidak akan mengizinkan pasukan dari organisasi HTS atau tentara Suriah baru memasuki wilayah selatan Damaskus,” kata Netanyahu, merujuk pada kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham yang mempelopori serangan yang menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada bulan Desember.

“Kami menuntut demiliterisasi total Suriah selatan, termasuk provinsi Quneitra, Daraa dan Suwayda,” katanya.

Pada hari yang sama saat Assad digulingkan, Israel mengumumkan bahwa pasukannya memasuki zona penyangga yang dipatroli PBB yang telah memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan yang strategis sejak 1974.

Israel merebut sebagian besar Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam perang tahun 1967, kemudian mencaplok wilayah tersebut dalam sebuah tindakan yang sebagian besar tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Netanyahu mengatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona penyangga untuk jangka waktu yang tidak terbatas. "Untuk melindungi masyarakat kami dan menggagalkan ancaman apa pun," katanya.

Israel telah melakukan ratusan serangan di Suriah selama perang saudara yang pecah di negara itu sejak 2011, terutama terhadap target yang terkait dengan Iran.

Setelah serangan kilat yang menggulingkan Assad, Israel melakukan ratusan serangan udara lagi terhadap aset militer Suriah dalam apa yang dikatakannya sebagai upaya untuk mencegahnya jatuh ke tangan musuh.

Sebelumnya pada hari Selasa, peserta konferensi dialog nasional Suriah menolak apa yang mereka katakan sebagai pernyataan "provokatif" oleh Netanyahu.

Dalam pernyataan penutupnya, mereka juga meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan segala “agresi dan pelanggaran”, sembari mengutuk serangan Israel ke wilayah Suriah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Berita Terkini
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved