Mengapa Politikus yang Sering Menerbangkan Jet Pribadinya Ini Bisa Memenangkan Pemilu Jerman?

Selasa, 25 Februari 2025 - 12:12 WIB
loading...
A A A
Pada hari Minggu, Merz yang gembira – bersemangat untuk melanjutkan impiannya selama puluhan tahun untuk memimpin negara – mendesak perundingan cepat untuk membentuk pemerintahan koalisi baru, dengan memperingatkan bahwa "dunia di luar sana tidak menunggu kita".

3. Politik Tanpa Toleransi

Di antara janji-janji terberatnya adalah menutup perbatasan Jerman untuk migran tidak berdokumen, bahkan jika mereka mencari suaka dan menahan mereka yang menunggu deportasi.

Merz di masa lalu telah melabeli putra-putra imigran Muslim sebagai "pasha kecil" dan menuduh beberapa pengungsi perang Ukraina melakukan "pariwisata kesejahteraan sosial", sebelum kemudian meminta maaf.

Bulan lalu, Merz memicu drama besar di parlemen – dan gelombang protes jalanan – ketika ia mendorong mosi yang mengisyaratkan tindakan kerasnya terhadap imigrasi dengan dukungan dari partai ekstrem kanan Alternative for Germany (AfD), yang melanggar tabu lama untuk tidak pernah berurusan dengan partai kontroversial tersebut.

Dalam sinyal lain pergeseran ke kanan, Merz telah bersumpah untuk melakukan gerakan penegakan hukum "tanpa toleransi", untuk membatalkan legalisasi ganja, membatasi kebijakan "sadar" dan bahasa yang sensitif gender, serta mempelajari kembalinya tenaga nuklir.

Merz berpendapat semua ini akan menarik kembali pemilih dari AfD.

Namun, ia mungkin masih harus meredam beberapa kebijakannya saat ia mencari satu atau lebih mitra koalisi.

Selama kampanye, Scholz berusaha menggambarkan saingannya sebagai "pemarah" dan menuduh bahwa hubungannya dengan AfD mengisyaratkan bahwa ia suatu hari akan memerintah dengan partai ekstrem kanan -- tuduhan yang sangat dibantah Merz. Majalah berita Der Spiegel mengatakan Merz menanggapi konflik secara pribadi dan terkadang mudah marah, berpendapat bahwa "jika Merz adalah seorang matador, dia mungkin akan memegang kain merah di depan perutnya".

4. Menerbangkan Jet Pribadinya

Merz, yang beragama Katolik Roma, lahir pada 11 November 1955, dan tinggal di antara perbukitan dan hutan di wilayah Sauerland di negara bagian Rhine-Westphalia Utara.

Dengan tinggi enam kaki enam inci (198 sentimeter), Merz menonjol di antara orang banyak dan merupakan pilot berlisensi yang terkadang menerbangkan jet pribadinya sendiri.

Dia telah menikah selama lebih dari 40 tahun dengan Charlotte Merz, seorang hakim, dan memiliki tiga orang anak dewasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved