Apakah Keluarga Zelensky Tinggal di Ukraina Selama 3 Tahun Perang Melawan Rusia?
Senin, 24 Februari 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak tinggal bersama dengan suami saya, keluarga kami terpisah," kata Zelenska kepada BBC.
"Kami memiliki kesempatan untuk bertemu satu sama lain, tetapi tidak sesering yang kami inginkan. Anak saya merindukan ayahnya."
Ketidakpastian hidup dalam perang juga berdampak emosional bagi anak-anaknya, katanya.
"Saya merasa sakit melihat anak-anak saya tidak merencanakan apa pun. Di usia seperti itu, anak muda. Putri saya berusia 19 tahun. Mereka bermimpi bepergian, merasakan sensasi dan emosi baru. Dia tidak memiliki kesempatan seperti itu," paparnya.
"Ada batasan waktu dalam hal yang dapat Anda lakukan, batasan itu ada, dan entah bagaimana kita mencoba untuk hidup di dalamnya."
Pada minggu-minggu pertama perang, Zelensky dilaporkan media setempat telah ditawari perjalanan aman ke luar negeri. Namun, dia dan keluarganya memilih untuk tetap tinggal di Kyiv.
Zelensky juga mengonfirmasi keberadaan keluarganya di Kyiv dalam sebuah wawancara dengan Scott Pelley dari CBS News.
"Ketika semua orang mengatakan kepada Anda, 'Anda harus pergi,' Anda perlu berpikir," katanya.
"Sebelum saya melakukan sesuatu, saya menganalisis situasinya. Saya selalu melakukannya dengan tenang, tanpa kekacauan. Saya mungkin bukan pejuang terkuat. Tetapi saya tidak mau mengkhianati siapa pun," papar Zelensky.
Pelley melakukan wawancara tersebut dari dalam pusat komando di Ibu Kota Ukraina—yang disebutnya sebagai "benteng", mencatat "lorong-lorong gelap" yang "penuh dengan pasukan, senapan mesin, ranjau, bahan peledak" dan pasukan yang sedang tidur.
"Kami memiliki kesempatan untuk bertemu satu sama lain, tetapi tidak sesering yang kami inginkan. Anak saya merindukan ayahnya."
Ketidakpastian hidup dalam perang juga berdampak emosional bagi anak-anaknya, katanya.
"Saya merasa sakit melihat anak-anak saya tidak merencanakan apa pun. Di usia seperti itu, anak muda. Putri saya berusia 19 tahun. Mereka bermimpi bepergian, merasakan sensasi dan emosi baru. Dia tidak memiliki kesempatan seperti itu," paparnya.
"Ada batasan waktu dalam hal yang dapat Anda lakukan, batasan itu ada, dan entah bagaimana kita mencoba untuk hidup di dalamnya."
Pada minggu-minggu pertama perang, Zelensky dilaporkan media setempat telah ditawari perjalanan aman ke luar negeri. Namun, dia dan keluarganya memilih untuk tetap tinggal di Kyiv.
Zelensky juga mengonfirmasi keberadaan keluarganya di Kyiv dalam sebuah wawancara dengan Scott Pelley dari CBS News.
"Ketika semua orang mengatakan kepada Anda, 'Anda harus pergi,' Anda perlu berpikir," katanya.
"Sebelum saya melakukan sesuatu, saya menganalisis situasinya. Saya selalu melakukannya dengan tenang, tanpa kekacauan. Saya mungkin bukan pejuang terkuat. Tetapi saya tidak mau mengkhianati siapa pun," papar Zelensky.
Pelley melakukan wawancara tersebut dari dalam pusat komando di Ibu Kota Ukraina—yang disebutnya sebagai "benteng", mencatat "lorong-lorong gelap" yang "penuh dengan pasukan, senapan mesin, ranjau, bahan peledak" dan pasukan yang sedang tidur.
Lihat Juga :