Bisakah Rusia dan AS Menulis Ulang Sejarah yang Penuh dengan Tawar Menawar?

Minggu, 23 Februari 2025 - 18:40 WIB
loading...
A A A
Tentu saja, skeptisisme tetap ada. Para kritikus akan berpendapat bahwa perjanjian apa pun dengan Washington adalah jebakan — bahwa AS akan membuat janji-janji besar hanya untuk mengingkarinya nanti, seperti yang telah terjadi di masa lalu. Bahwa begitu Rusia lengah, Barat akan kembali pada kebiasaan lamanya, yaitu berkhianat dan mengingkari kesepakatan.

"Ini bukan kekhawatiran yang tidak berdasar. Sejarah telah mengajarkan Rusia untuk bersikap hati-hati. Namun, diplomasi bukanlah tentang jaminan — ini tentang peluang. Tidak ada yang namanya perjanjian yang kuat dalam geopolitik. Setiap kesepakatan dapat diingkari, setiap janji dapat dibatalkan. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah Rusia siap memanfaatkan momen ketika peluang langka itu muncul," jelas Kortunov.

3. Rusia Lebih Kuat dan Lebih Mandiri

Bahkan jika utusan Trump — Marco Rubio, Mike Waltz, dan Steve Witkoff — adalah negosiator yang terampil, sulit untuk membayangkan bahwa mereka memiliki pemahaman diplomasi yang lebih unggul daripada tokoh-tokoh seperti Sergey Lavrov atau Yury Ushakov. Rusia memiliki diplomat berpengalaman yang telah menghabiskan waktu puluhan tahun menavigasi kompleksitas politik kekuatan global. Jika tim AS yakin dapat mengalahkan Moskow, mereka salah besar.

"Jalan ke depan tidak pasti, dan akan ada suara-suara yang bersikeras bahwa Rusia harus menolak keterlibatan apa pun dengan Washington secara langsung. Namun, menolak berunding karena takut akan menjadi kesalahan. Rusia tidak berada dalam posisi seperti pada tahun 1990-an — Rusia lebih kuat, lebih mandiri, dan diakui sebagai kekuatan global. Kali ini, Moskow memasuki perundingan bukan sebagai pemohon tetapi sebagai pihak yang setara," papar Kortunov.

Peluang dalam diplomasi jarang terjadi. Mudah untuk membiarkannya berlalu; jauh lebih sulit untuk merebutnya. Jika Rusia dan AS dapat bergerak menuju kompromi yang masuk akal — yang mengamankan kepentingan inti Moskow sambil meredakan ketegangan — mungkin inilah momen yang membentuk kembali lanskap geopolitik untuk tahun-tahun mendatang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Netanyahu Blak-blakan...
Netanyahu Blak-blakan Bongkar Alasan Israel Gagalkan Gencatan Senjata AS-Iran!
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved