alexametrics

Terinfeksi Virus Corona, 2 Penumpang Diamond Princess Meninggal

loading...
Terinfeksi Virus Corona, 2 Penumpang Diamond Princess Meninggal
Kapal pesiar Diamond Princess, tempat ratusan penumpang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, terlihat di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, Jepang 10 Februari 2020. Foto/REUTERS/Kim Kyung-Hoon
A+ A-
TOKYO - Pemerintah Jepang, pada Kamis (20/2/2020), mengonfirmasi dua penumpang usia lanjut dari kapal pesiar Diamond Princess meninggal setelah terinfeksi virus Corona baru, Covid-19. Keduanya merupakan warga Jepang.

Konfirmasi itu disampaikan Kementerian Kesehatan setempat. Kapal itu masih berada di Pelabuhan Yokohama, dekat Tokyo, setelah para kru dan penumpang dikarantina selama dua pekan. Masa karantina sudah berakhir Rabu kemarin.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mengatakan di situs webnya bahwa dua penumpang, pria dan wanita, berusia 80-an tahun, meninggal setelah kembali dari kapal pesiar tempat lebih dari 600 orang terinfeksi Covid-19.



Kementerian itu secara terpisah mengatakan seorang pegawai kementerian kesehatan dan anggota staf Sekretariat Kabinet juga terinfeksi virus. Keduanya bekerja menolon orang-orang yang terinfeksi kapal pesiar Diamond Princess.

Kapal itu awalnya membawa lebih dari 3.700 penumpang dan awak. Ada 78 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal. Dari 78 WNI itu, empat diantaranya telah terinfeksi virus Corona baru.

"Hingga hari ini, kami dapat info ada empat orang WNI yang terinfeksi virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess. Mereka saat ini dirawat di dua rumah sakit. Kedutaan Besar Repulik Indonesia (KBRI) Tokyo sudah mengunjungi dua rumah sakit tersebut. Kondisi mereka stabil," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, kemarin.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak