Koalisi Sipil Global: Stop Ekspor Suku Cadang Jet Tempur Siluman F-35 ke Israel!
Kamis, 20 Februari 2025 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
“Rapuhnya gencatan senjata Gaza menggarisbawahi risiko pelanggaran lebih lanjut dan perlunya menghentikan ekspor senjata ke Israel, termasuk F-35,” kata koalisi tersebut.
“Hal ini juga disorot oleh penggunaan jet tempur militer ilegal Israel yang terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, khususnya Jenin," imbuhnya.
ACIJ mengatakan penggunaan jet tempur F-35 oleh Israel—dengan suku cadang tunggal buatan Australia—dalam pengeboman skala besar terhadap warga Palestina di Gaza telah didokumentasikan secara publik.
“Dalam salah satu contoh tersebut, jet F-35 digunakan oleh Israel pada bulan Juli 2024 untuk menjatuhkan tiga bom seberat 2.000 pound di Al-Mawasi di Khan Younis, Gaza, yang disebut sebagai ‘zona aman’, yang menewaskan 90 warga Palestina,” ungkapnya.
Ditambahkannya, banyak organisasi masyarakat sipil di sejumlah yurisdiksi mitra F-35 telah memulai tindakan hukum untuk menentang ekspor langsung dan tidak langsung suku cadang dan komponen dalam rantai pasokan F-35 ke Israel, dengan tujuan meminta pertanggungjawaban pemerintah.
ACIJ sendiri telah mengajukan satu gugatan hukum semacam itu di Australia.
Sosiolog Jake Lynch mengatakan kepada Anadolu bahwa perusahaan kedirgantaraan Ferra Australia adalah satu-satunya pemasok komponen penting dalam rantai pasokan global F-35. "Dan dari AS atau Inggris, hampir dapat dipastikan komponen itu kemudian diekspor ke Israel," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa pemerintah Inggris dan Australia telah menyatakan bahwa tidak ada embargo senjata atas ekspor ke Israel yang akan mencakup rantai pasokan F-35, karena khawatir akan membuat marah AS.
“Hal ini juga disorot oleh penggunaan jet tempur militer ilegal Israel yang terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, khususnya Jenin," imbuhnya.
ACIJ mengatakan penggunaan jet tempur F-35 oleh Israel—dengan suku cadang tunggal buatan Australia—dalam pengeboman skala besar terhadap warga Palestina di Gaza telah didokumentasikan secara publik.
“Dalam salah satu contoh tersebut, jet F-35 digunakan oleh Israel pada bulan Juli 2024 untuk menjatuhkan tiga bom seberat 2.000 pound di Al-Mawasi di Khan Younis, Gaza, yang disebut sebagai ‘zona aman’, yang menewaskan 90 warga Palestina,” ungkapnya.
Ditambahkannya, banyak organisasi masyarakat sipil di sejumlah yurisdiksi mitra F-35 telah memulai tindakan hukum untuk menentang ekspor langsung dan tidak langsung suku cadang dan komponen dalam rantai pasokan F-35 ke Israel, dengan tujuan meminta pertanggungjawaban pemerintah.
ACIJ sendiri telah mengajukan satu gugatan hukum semacam itu di Australia.
Sosiolog Jake Lynch mengatakan kepada Anadolu bahwa perusahaan kedirgantaraan Ferra Australia adalah satu-satunya pemasok komponen penting dalam rantai pasokan global F-35. "Dan dari AS atau Inggris, hampir dapat dipastikan komponen itu kemudian diekspor ke Israel," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa pemerintah Inggris dan Australia telah menyatakan bahwa tidak ada embargo senjata atas ekspor ke Israel yang akan mencakup rantai pasokan F-35, karena khawatir akan membuat marah AS.
Lihat Juga :