Biaya Perang Ukraina Capai Rp5.225 Triliun, tapi Kenapa Tak Mampu Mengalahkan Rusia?

Rabu, 19 Februari 2025 - 20:14 WIB
loading...
Biaya Perang Ukraina...
Biaya perang Ukraina mencapai ribuan triliun. Foto/X
A A A
MOSKOW - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan biaya perang di Ukraina sejauh ini adalah USD320 miliar atau setara Rp5.225 triliun. Dia mengatakan, Kyiv dan AS memiliki angka yang berbeda mengenai hal ini.

Sekitar USD120 miliar berasal dari pembayar pajak Ukraina, dan $200 miliar dari AS dan UE, tambahnya. "AS memasok USD67 miliar dalam bentuk senjata serta dukungan anggaran," katanya.

Trump sebelumnya mengatakan AS menginginkan mineral tanah jarang senilai $500 miliar dari Ukraina sebagai imbalan atas dukungannya yang berkelanjutan.

"Itu bukan $500 miliar – itu bukan pembicaraan serius," kata Zelensky.

Ia mengatakan bahwa AS menuduh 90% dukungan untuk Ukraina berasal dari mereka, tetapi "kebenarannya ada di tempat lain".

"Kami berterima kasih atas dukungan mereka," imbuhnya.

Baca Juga: Rusia Tetap Jadi Pemenang, Ukraina Kalah Memalukan

Zelensky kini beralih ke pertanyaan tentang proposal dari Trump yang akan memungkinkan AS mengambil persentase mineral tanah jarang Ukraina, termasuk litium dan titanium.

Ia mengatakan ia menolaknya karena draf pertama mengatakan Ukraina harus memberikan AS 50% kepemilikan atas materialnya, dan tidak menyebutkan jaminan keamanan yang diminta Zelensky.

"Saya melindungi Ukraina, saya tidak bisa menjualnya, saya tidak bisa menjual negara kita," imbuhnya.

Zelensky mengatakan sekarang bahwa jika ada yang ingin menggantikannya sebagai pemimpin saat ini, itu tidak akan berhasil karena tingkat persetujuannya tinggi.

Pemimpin Ukraina itu melanjutkan dengan mengutip sebuah survei, yang menurutnya menunjukkan 58% rakyat Ukraina percaya padanya sebagai pemimpin.

Ia juga mengatakan Ukraina melihat "banyak disinformasi" dari Rusia.

"Dengan segala hormat kepada Presiden Donald Trump sebagai seorang pemimpin.... ia hidup di ruang disinformasi ini," tambahnya.

Komentarnya muncul setelah Trump mengklaim Zelensky - yang memenangkan masa jabatan lima tahun pada tahun 2019 - "turun pada tingkat persetujuan 4%".

Zelensky mengatakan Ukraina memiliki "bukti" bahwa disinformasi tentang tingkat persetujuan 4% disebarkan oleh Rusia, dan "angka-angka ini sedang dibahas antara Amerika dan Rusia".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved