Rusia Tuding Barat Tidak Siap Menerima Perubahan Tatanan Dunia, Apa Pemicunya?

Rabu, 19 Februari 2025 - 19:05 WIB
loading...
Rusia Tuding Barat Tidak...
Rusia tuding Barat tidak siap menerima perubahan tatanan dunia. Foto/X/@praisethesteph
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengungkapkan Barat tidak siap menerima perubahan tatanan dunia.

Lavrov berbicara tentang apa yang disebutnya sebagai langkah menuju "multipolaritas" di dunia, dengan lebih banyak negara mulai menolak "dikte luar" dan membentuk kelompok baru seperti Brics, yang merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

Lavrov mengatakan Barat tidak sepenuhnya menerima hal ini, mencoba mempertahankan dominasinya dalam urusan global.

Sementara itu, duta besar Uni Eropa telah menyetujui putaran sanksi baru terhadap Rusia.

Paket sanksi ke-16 mencakup larangan impor aluminium primer Rusia, dan pencantuman 73 kapal armada bayangan baru, kantor berita Reuters melaporkan.

Sanksi tersebut akan disetujui secara resmi oleh para menteri UE pada hari Senin - pada ulang tahun ketiga invasi skala penuh Moskow ke Ukraina.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut perundingan AS-Rusia sebagai "pertemuan yang memalukan di Riyadh", dalam komentar pertamanya sejak perundingan pada hari Selasa.

Ia mengatakan Moskow "sekali lagi berbohong" selama perundingan, di mana Kyiv tidak hadir, tentang tidak menargetkan infrastruktur energi Ukraina.

Baca Juga: Rusia Tetap Jadi Pemenang, Ukraina Kalah Memalukan

Zelensky mengunggah komentar tersebut di media sosial bersama dengan video dari Odesa, di mana ia mengatakan pesawat nirawak Rusia menyerang infrastruktur energi sipil, khususnya transformator listrik.

"Kita harus ingat bahwa Rusia dipimpin oleh para pembohong patologis, dan mereka tidak dapat dipercaya - mereka harus ditekan untuk mencapai perdamaian," katanya, dilansir BBC.

Sebelumnya, Angkatan Ydara Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 106 dari 167 pesawat nirawak Rusia yang diluncurkan dalam serangan semalam.

Sebanyak 56 pesawat nirawak lainnya "hilang di lokasi", tidak menyebabkan kerusakan, tambahnya.

Wilayah Odesa, Kyiv, Sumy, Cherkasy, dan Zaporizhzhia terkena serangan, kata angkatan udara, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan sedikitnya 160.000 orang di kota Odesa kini tidak memiliki pemanas dan listrik, menyusul serangan Rusia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Survei: Opini Warga...
Survei: Opini Warga AS terhadap Israel dan Netanyahu Makin Buruk
Rekomendasi
Official Poster My Chef...
Official Poster My Chef in Crime Resmi Dirilis, Sintya Marisca dan Deretan Cast Tampil Penuh Misteri
Kemenhut Jerat Tersangka...
Kemenhut Jerat Tersangka Korporasi dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
Dari Tol ke Tanjakan...
Dari Tol ke Tanjakan Merbabu Lebih dari 92 Km/Liter: Bukti Teknologi DM Tak Cuma Andal di Jalan Datar
Berita Terkini
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved