Hendak Dicaplok Trump, Greenland Pernah Jadi Pangkalan Rudal Nuklir Rahasia AS

Selasa, 18 Februari 2025 - 14:24 WIB
loading...
A A A
Parit-parit di pangkalan ditutupi dengan lengkungan baja dan parit yang lebih panjang diperpanjang hingga 340 meter, dengan tinggi dan lebar masing-masing 7,9 meter.

Selain menjadi fasilitas penelitian, pangkalan tersebut juga memiliki klinik, teater, dan perpustakaan. Pangkalan itu bahkan memberikan perlindungan yang baik dari unsur-unsur alam, dan bahkan memiliki kamar mandi modern, tempat makan, dan fasilitas medis.

Pemangkasan salju dan pembuangan limbah menjadi masalah besar di dalam fasilitas tersebut, akibatnya tempat tidur menjadi bau dan tak tertahankan. Fasilitas tersebut kemudian ditinggalkan pada tahun 1967.

Kemudian pada tahun 1968, sebuah jet AS yang dipersenjatai dengan bom nuklir jatuh dan penyelidikan terhadap aktivitas Amerika di Greenland dilakukan.

Penyelidikan tersebut menemukan bahwa perdana menteri Denmark kala itu secara diam-diam telah menyetujui Proyek Iceworm.

Secara keseluruhan, kamp tersebut terdiri dari 21 terowongan, dengan panjang total tiga kilometer, dan semuanya ditenagai oleh reaktor nuklir.

Operasi tersebut dibatalkan setelah diketahui bahwa lapisan es tidak stabil seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara reaktor tersebut kemudian dipindahkan, limbah berbahaya tetap terkubur di bawah es dan telah menjadi masalah lingkungan.

Pada tahun 2016, sekelompok ilmuwan mengevaluasi dampak lingkungan dari fasilitas yang ditinggalkan tersebut dan memperkirakan bahwa karena perubahan pola cuaca selama beberapa dekade berikutnya, air lelehan dapat menyebabkan limbah nuklir terlepas, termasuk 200.000 liter bahan bakar diesel dan 24 juta liter limbah yang tidak diolah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved