Dokter Bedah Prancis Ini Akan Diadili karena Memerkosa 299 Pasien

Selasa, 18 Februari 2025 - 12:21 WIB
loading...
A A A
"Kedatangannya telah memungkinkan kami untuk menstabilkan kegiatan bedah kami dengan cara yang memuaskan," tulis direktur tersebut, yang kini telah meninggal dunia.

Pada sebuah pertemuan di Ordo Dokter Finistere pada 14 Desember, 18 dari 19 dokter memutuskan untuk tidak memberikan sanksi kepada Le Scouarnec.

Mereka memutuskan untuk membiarkan otoritas kesehatan setempat menangani masalah tersebut.

Kematian Pasien


Pada saat yang sama, Yvon Guillerm, kepala lembaga rumah sakit regional Brittany, ARH, mulai menyelidiki rumah sakit tersebut setelah adanya "pengaduan yang tidak disebutkan kepada kantor kejaksaan", menurut surat tertanggal 13 Maret 2007 yang dia kirim kepada Bernard Cheneviere, seorang pejabat tinggi Kementerian Kesehatan.

Guillerm memberi tahu para penyelidik 10 tahun kemudian bahwa seorang pasien perempuan telah meninggal di meja operasi Le Scouarnec dan bahwa kematian tersebut, dikombinasikan dengan hukuman dokter tersebut di masa lalu, merupakan hal yang "memprihatinkan", menurut dokumen pengadilan.

Pada 14 Maret 2007, Guillerm menindaklanjutinya dengan mengirimkan laporan kepada Cheneviere yang menegaskan bahwa menurutnya Le Scouarnec tidak layak secara moral untuk berpraktik.

Laporan tersebut menyarankan agar menteri kesehatan turun tangan secara langsung dan mengajukan pengaduan kepada National Order of Physicians.

Namun, 12 hari kemudian, menteri kesehatan diganti dalam perombakan kabinet dan tampaknya tidak ada keluhan yang pernah disampaikan kepada badan medis tersebut.

Kegagalan Kolektif


Tidak jelas apa yang ditemukan dalam penyelidikan ARH, tetapi hal itu menyebabkan penutupan bangsal kebidanan dan bedah di Quimperle pada Juni 2007.

Satu dekade kemudian, muncul tuduhan bahwa Le Scouarnec memerkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap lebih dari 30 anak di rumah sakit itu, termasuk empat anak dalam satu bulan Mei sebelum penutupan.

Dokter bedah itu meninggalkan Quimperle, dan sempat bekerja di kota lain di Brittany yang disebut Pontivy.

Namun, kemudian seseorang menelepon rumah sakit untuk memberi tahu tentang masa lalu Le Scouarnec dan direkturnya memecatnya, menurut para penyelidik.

Pada Juni 2008, Le Scouarnec pindah ke Prancis barat daya dan mulai bekerja di sebuah rumah sakit di kota Jonzac. Dia memberi tahu direktur bahwa dia sedang diselidiki, tetapi direktur itu mengabaikannya.

Dia bekerja di sana selama hampir satu dekade hingga pensiun pada tahun 2017.

Frederic Benoist, seorang pengacara untuk kelompok advokasi Prancis La Voix de l’Enfant (Suara Anak), mengatakan fakta bahwa Le Scouarnec tidak pernah dilarang berpraktik adalah hasil dari “kegagalan kolektif”.

Lembaga amal tersebut telah mengajukan pengaduan hukum atas kegagalan ini “yang membahayakan orang lain”, katanya.

Kantor kejaksaan di Lorient mengatakan penyelidikan awal telah dimulai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
BTS Rilis Spotify Music...
BTS Rilis Spotify Music Video Merry Go Round dari Album ARIRANG, Tayang 19 Juni
Hattrick Messi Lawan...
Hattrick Messi Lawan Aljazair Pecahkan Rekor Sang Raja Gol di Piala Dunia
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Berita Terkini
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved