Tentara Israel Gunakan Pria 80 Tahun Palestina sebagai Tameng Manusia, lalu Membunuhnya
Senin, 17 Februari 2025 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Para tentara itu mengatakan anak-anak pasangan tersebut telah melarikan diri tetapi mereka tidak punya pilihan selain tetap tinggal. Mereka menambahkan bahwa pria itu berjalan dengan tongkat dan tidak akan mampu berjalan sampai ke Khan Younis.
Pada saat itulah pasukan memutuskan untuk menggunakan "Mosquito Procedure (Prosedur Nyamuk)", di mana tentara Israel memaksa warga Palestina untuk menjadi tameng manusia di zona pertempuran dengan todongan senjata.
Salah satu tentara mengikatkan sekering peledak ke sebuah bom dan mengikatnya di leher pria tua itu sebagai tali agar dia tidak melarikan diri.
"Mereka menjelaskan kepadanya bahwa jika dia melakukan sesuatu yang salah atau tidak seperti yang kami inginkan, orang di belakangnya akan menarik tali dan kepalanya akan dipenggal dari tubuhnya," kata tentara itu kepada HaMakom.
Pria itu dipaksa berjalan-jalan bersama mereka selama delapan jam, karena tahu ada seorang tentara yang dapat meledakkan bom. Istrinya ditinggal di rumah, tidak menyadari apa yang terjadi, dan diawasi oleh beberapa tentara.
"Dia memasuki setiap rumah sebelum kami, jadi jika ada senjata atau 'teroris' di dalamnya—itu akan digunakan padanya, dan bukan pada kami," kata tentara tersebut.
Setelah pencarian selesai, tentara Zionis memerintahkan pasangan tua itu untuk mengungsi dengan berjalan kaki ke Khan Younis di selatan, tetapi sekelompok tentara lain menembak mati mereka.
Pada saat itulah pasukan memutuskan untuk menggunakan "Mosquito Procedure (Prosedur Nyamuk)", di mana tentara Israel memaksa warga Palestina untuk menjadi tameng manusia di zona pertempuran dengan todongan senjata.
Salah satu tentara mengikatkan sekering peledak ke sebuah bom dan mengikatnya di leher pria tua itu sebagai tali agar dia tidak melarikan diri.
"Mereka menjelaskan kepadanya bahwa jika dia melakukan sesuatu yang salah atau tidak seperti yang kami inginkan, orang di belakangnya akan menarik tali dan kepalanya akan dipenggal dari tubuhnya," kata tentara itu kepada HaMakom.
Pria itu dipaksa berjalan-jalan bersama mereka selama delapan jam, karena tahu ada seorang tentara yang dapat meledakkan bom. Istrinya ditinggal di rumah, tidak menyadari apa yang terjadi, dan diawasi oleh beberapa tentara.
"Dia memasuki setiap rumah sebelum kami, jadi jika ada senjata atau 'teroris' di dalamnya—itu akan digunakan padanya, dan bukan pada kami," kata tentara tersebut.
Setelah pencarian selesai, tentara Zionis memerintahkan pasangan tua itu untuk mengungsi dengan berjalan kaki ke Khan Younis di selatan, tetapi sekelompok tentara lain menembak mati mereka.
Lihat Juga :