Sama-sama Operasikan S-400 Rusia, Mengapa India Boleh Miliki Jet Siluman F-35 AS tapi Turki Tidak?
Minggu, 16 Februari 2025 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia lebih lanjut menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak banyak membantu untuk mendukung tujuan perdamaian abadi di Asia Selatan.
“Tindakan tersebut tetap tidak membantu dalam mencapai tujuan perdamaian abadi di Asia Selatan. Kami mendesak mitra internasional kami untuk mengambil pandangan holistik dan objektif tentang masalah perdamaian dan keamanan di Asia Selatan dan menahan diri dari mendukung posisi yang sepihak dan menyimpang dari kenyataan di lapangan,” paparnya.
Namun, tuduhan Pakistan bahwa kesepakatan tersebut akan mengganggu upaya untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut tampak kontradiktif, mengingat bahwa negara itu juga dilaporkan sedang dalam proses memperoleh jet tempur generasi kelima dari China.
Pakistan tidak sendirian dalam kemarahannya atas pengumuman Trump.
Keputusan tersebut juga telah mengirimkan gelombang kejut ke Turki, sekutu setia Pakistan, yang dikeluarkan dari program F-35 oleh Amerika setelah membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Gema frustrasi semakin keras, karena banyak orang di Turki melihat langkah ini sebagai contoh lain dari kebijakan selektif Washington. Meskipun pejabat Turki tetap bungkam mengenai masalah tersebut, reaksi dari masyarakat Ankara sama sekali tidak tenang.
Mengutip laporan EurAsian Times, Minggu (16/2/2025), platform media sosial, khususnya X, telah dibanjiri dengan tuduhan "kemunafikan" dan "standar ganda" Amerika Serikat.
Banyak warga Turki pengguna media sosial mempertanyakan mengapa India, meskipun memperoleh sistem S-400 buatan Rusia yang sama, terus menikmati dukungan Washington sementara Turki dikeluarkan dari program F-35 tanpa ragu-ragu.
“Tindakan tersebut tetap tidak membantu dalam mencapai tujuan perdamaian abadi di Asia Selatan. Kami mendesak mitra internasional kami untuk mengambil pandangan holistik dan objektif tentang masalah perdamaian dan keamanan di Asia Selatan dan menahan diri dari mendukung posisi yang sepihak dan menyimpang dari kenyataan di lapangan,” paparnya.
Namun, tuduhan Pakistan bahwa kesepakatan tersebut akan mengganggu upaya untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut tampak kontradiktif, mengingat bahwa negara itu juga dilaporkan sedang dalam proses memperoleh jet tempur generasi kelima dari China.
Turki Mempertanyakan Standar Ganda AS
Pakistan tidak sendirian dalam kemarahannya atas pengumuman Trump.
Keputusan tersebut juga telah mengirimkan gelombang kejut ke Turki, sekutu setia Pakistan, yang dikeluarkan dari program F-35 oleh Amerika setelah membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Gema frustrasi semakin keras, karena banyak orang di Turki melihat langkah ini sebagai contoh lain dari kebijakan selektif Washington. Meskipun pejabat Turki tetap bungkam mengenai masalah tersebut, reaksi dari masyarakat Ankara sama sekali tidak tenang.
Mengutip laporan EurAsian Times, Minggu (16/2/2025), platform media sosial, khususnya X, telah dibanjiri dengan tuduhan "kemunafikan" dan "standar ganda" Amerika Serikat.
Banyak warga Turki pengguna media sosial mempertanyakan mengapa India, meskipun memperoleh sistem S-400 buatan Rusia yang sama, terus menikmati dukungan Washington sementara Turki dikeluarkan dari program F-35 tanpa ragu-ragu.
Lihat Juga :