Trump Terlanjur Pecat 400 Ahli Bom Nuklir, Sekarang AS Panik Sendiri

Minggu, 16 Februari 2025 - 07:30 WIB
loading...
A A A
Minggu lalu, Trump mengatakan dia ingin semua negara bergerak menuju denuklirisasi setelah pihaknya membereskan semua masalah di Timur Tengah dan Ukraina.

"Tidak ada alasan bagi kita untuk membangun senjata nuklir baru. Kita sudah memiliki begitu banyak," kata Trump pada hari Kamis di Gedung Putih.

“Anda dapat menghancurkan dunia 50 kali lipat, 100 kali lipat. Dan di sini kita sedang membangun senjata nuklir baru, dan mereka sedang membangun senjata nuklir.”

“Kita semua menghabiskan banyak uang yang seharusnya dapat kita belanjakan untuk hal-hal lain yang sebenarnya, mudah-mudahan, jauh lebih produktif,” katanya.

Hingga September 2023, AS memiliki 3.748 hulu ledak nuklir, menurun dari stok 22.217 hulu ledak nuklir pada tahun 1989 dan 31.255 pada tahun 1966, menurut Departemen Energi.

Rusia diperkirakan memiliki stok 4.380 hulu ledak nuklir, dan China memiliki sekitar 600 hulu ledak, menurut Federasi Ilmuwan Amerika.

“Jumlah uang yang sangat besar dihabiskan untuk nuklir, dan kemampuan destruktif adalah sesuatu yang bahkan tidak ingin kita bicarakan hari ini, karena Anda tidak ingin mendengarnya,” kata Trump pada 23 Januari.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Demam Piala Dunia, 13...
Demam Piala Dunia, 13 Anjing Pakai Jersey Timnas Argentina Curi Perhatian di Buenos Aires
Rekomendasi
Konser BTS di Chili...
Konser BTS di Chili Terancam Batal, Ribuan ARMY Turun ke Jalan Gelar Aksi Protes
Praperadilannya Dikabulkan...
Praperadilannya Dikabulkan Sebagian oleh PN Jaksel, Roy Suryo Tersenyum Lebar
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved