Arab Saudi Cari Strategi Alternatif untuk Melawan Rencana Trump untuk Mencaplok Gaza
Sabtu, 15 Februari 2025 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Bagi warga Palestina, setiap penggusuran paksa membangkitkan kenangan akan "Nakba", atau bencana -- penggusuran massal leluhur mereka selama pembentukan Israel pada tahun 1948.
Namun Trump telah melontarkan kemungkinan untuk menghentikan bantuan kepada sekutu lama Yordania dan Mesir jika mereka menolak rencananya.
Yordania sudah menjadi rumah bagi lebih dari dua juta pengungsi Palestina. Lebih dari separuh dari 11 juta penduduk negara itu berasal dari Palestina.
Mesir mengajukan usulannya sendiri untuk membangun kembali Gaza di bawah kerangka kerja yang akan memungkinkan warga Palestina tetap tinggal di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan pada hari Kamis bahwa Amerika Serikat sangat ingin mendengar usulan baru tentang Gaza dari pemerintah Arab tetapi, "saat ini satu-satunya rencana -- mereka tidak menyukainya -- tetapi satu-satunya rencana adalah rencana Trump".
Pada bulan Januari, pendahulu Rubio, Antony Blinken, menguraikan peta jalan untuk Gaza pascaperang dan memperingatkan bahwa hal itu mengharuskan Israel menerima jalan menuju negara Palestina -- sesuatu yang sangat ditentang oleh pemerintah Israel.
Negara-negara regional termasuk Arab Saudi telah berulang kali menyerukan negara Palestina, yang hidup berdampingan dengan Israel.
Rubio sedang dalam perjalanan ke Eropa pada hari Jumat.
Ia dijadwalkan bergabung dengan Wakil Presiden JD Vance dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, setelah Trump berbicara melalui telepon dengan mitranya Vladimir Putin dan mengatakan akan melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina, yang diinvasi Rusia pada tahun 2022.
Setelah itu Rubio dijadwalkan terbang ke Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab untuk membahas gencatan senjata Gaza yang rapuh yang berlaku sejak 19 Januari.
Namun Trump telah melontarkan kemungkinan untuk menghentikan bantuan kepada sekutu lama Yordania dan Mesir jika mereka menolak rencananya.
Yordania sudah menjadi rumah bagi lebih dari dua juta pengungsi Palestina. Lebih dari separuh dari 11 juta penduduk negara itu berasal dari Palestina.
Mesir mengajukan usulannya sendiri untuk membangun kembali Gaza di bawah kerangka kerja yang akan memungkinkan warga Palestina tetap tinggal di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan pada hari Kamis bahwa Amerika Serikat sangat ingin mendengar usulan baru tentang Gaza dari pemerintah Arab tetapi, "saat ini satu-satunya rencana -- mereka tidak menyukainya -- tetapi satu-satunya rencana adalah rencana Trump".
Pada bulan Januari, pendahulu Rubio, Antony Blinken, menguraikan peta jalan untuk Gaza pascaperang dan memperingatkan bahwa hal itu mengharuskan Israel menerima jalan menuju negara Palestina -- sesuatu yang sangat ditentang oleh pemerintah Israel.
Negara-negara regional termasuk Arab Saudi telah berulang kali menyerukan negara Palestina, yang hidup berdampingan dengan Israel.
Rubio sedang dalam perjalanan ke Eropa pada hari Jumat.
Ia dijadwalkan bergabung dengan Wakil Presiden JD Vance dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, setelah Trump berbicara melalui telepon dengan mitranya Vladimir Putin dan mengatakan akan melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina, yang diinvasi Rusia pada tahun 2022.
Setelah itu Rubio dijadwalkan terbang ke Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab untuk membahas gencatan senjata Gaza yang rapuh yang berlaku sejak 19 Januari.
Lihat Juga :