Snowden Menang, Penyadapan Massal NSA Dinyatakan Melanggar Hukum

Kamis, 03 September 2020 - 13:47 WIB
loading...
A A A
Hingga saat itu, pejabat intelijen tinggi secara terbuka bersikeras bahwa NSA tidak pernah secara sadar mengumpulkan informasi tentang orang Amerika sama sekali. Setelah pengungkapan program tersebut, para pejabat AS menarik kembali argumen bahwa mata-mata telah memainkan peran penting dalam memerangi ekstremisme domestik, khususnya kasus empat warga San Diego yang dituduh memberikan bantuan kepada para fanatik agama di Somalia.

Para pejabat AS bersikeras bahwa keempatnya—Basaaly Saeed Moalin, Ahmed Nasir Taalil Mohamud, Mohamed Mohamud, dan Issa Doreh—dihukum pada tahun 2013 berkat catatan telepon NSA yang memata-matai. Namun Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kesembilan memutuskan pada hari Rabu bahwa klaim tersebut tidak sesuai dengan isi dari catatan rahasia. (Baca juga: Paspor Dicabut AS, Snowden: Saya Terpenjara di Rusia )

Putusan pengadilan itu tidak akan memengaruhi hukuman Moalin dan sesama terdakwa. Pengadilan memutuskan bahwa pengawasan ilegal tidak mencemari bukti yang diajukan pada persidangan mereka. Namun demikian, kelompok pengawas termasuk American Civil Liberties Union (ACLU), yang membantu membawa kasus ini ke banding, menyambut baik putusan hakim atas program mata-mata NSA.

"Keputusan hari ini adalah kemenangan untuk hak privasi kami," kata ACLU dalam sebuah pernyataan."Itu menjelaskan bahwa koleksi besar catatan telepon orang Amerika oleh NSA melanggar Konstitusi."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Balas Dendam! Iran Gempur...
Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait
Rekomendasi
Kisah Maroko di Piala...
Kisah Maroko di Piala Dunia 2026: Cuma 7 Pemain Kelahiran Tanah Asal, Mayoritas dari Eropa
Mbappe Tembus 20 Gol,...
Mbappe Tembus 20 Gol, Deretan Rekor Warnai Kemenangan Prancis
Microdrama Lagi Viral,...
Microdrama Lagi Viral, Judul You Light Up My World Wajib Ditonton di V+Short
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved