Bos NATO Warning Putin: Jika Serang Sekutu, Reaksinya Sangat Menghancurkan, Dia Akan Kalah
Kamis, 13 Februari 2025 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Namun, kata Rutte, NATO perlu mengeluarkan lebih banyak biaya untuk pertahanan agar mampu mempertahankan diri empat atau lima tahun dari sekarang.
Rutte mendesak negara-negara anggota NATO untuk membuat beberapa keputusan sulit tahun ini tentang pengeluaran pertahanan. "Melakukan lebih banyak dari 2% yang kami janjikan," katanya.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa meskipun Barat memiliki produsen senjata yang fantastis”, mereka tidak memproduksi cukup banyak, yang perlu segera ditangani.
Pertanyaan mengenai dugaan rencana agresi Rusia dipicu oleh laporan dari Dinas Intelijen Pertahanan Denmark pada hari Selasa. Menurut dokumen tersebut, dalam waktu lima tahun setelah mengakhiri atau membekukan perang Ukraina, Moskow akan siap untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap Eropa, berdasarkan asumsi bahwa pengeluaran pertahanan NATO tetap pada tingkat saat ini.
"Rusia kemungkinan akan lebih bersedia menggunakan kekuatan militer jika menganggap NATO lemah secara militer atau terpecah belah secara politik," klaim badan intelijen tersebut.
"Ini khususnya berlaku jika Rusia menilai bahwa AS tidak dapat atau tidak akan mendukung negara-negara NATO Eropa dalam perang," imbuh Dinas Intelijen Pertahanan Denmark.
Rutte mendesak negara-negara anggota NATO untuk membuat beberapa keputusan sulit tahun ini tentang pengeluaran pertahanan. "Melakukan lebih banyak dari 2% yang kami janjikan," katanya.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa meskipun Barat memiliki produsen senjata yang fantastis”, mereka tidak memproduksi cukup banyak, yang perlu segera ditangani.
Pertanyaan mengenai dugaan rencana agresi Rusia dipicu oleh laporan dari Dinas Intelijen Pertahanan Denmark pada hari Selasa. Menurut dokumen tersebut, dalam waktu lima tahun setelah mengakhiri atau membekukan perang Ukraina, Moskow akan siap untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap Eropa, berdasarkan asumsi bahwa pengeluaran pertahanan NATO tetap pada tingkat saat ini.
"Rusia kemungkinan akan lebih bersedia menggunakan kekuatan militer jika menganggap NATO lemah secara militer atau terpecah belah secara politik," klaim badan intelijen tersebut.
"Ini khususnya berlaku jika Rusia menilai bahwa AS tidak dapat atau tidak akan mendukung negara-negara NATO Eropa dalam perang," imbuh Dinas Intelijen Pertahanan Denmark.
Lihat Juga :