Dinego Gedung Putih, Rusia Bebaskan Warga AS yang Dihukum Penjara 14 Tahun

Rabu, 12 Februari 2025 - 12:01 WIB
loading...
Dinego Gedung Putih,...
Warga negara Amerika Serikat (AS) Marc Fogel. Foto/Ruwiki
A A A
WASHINGTON - Rusia membebaskan warga negara Amerika Serikat (AS) Marc Fogel setelah berunding dengan para penasihat Presiden Donald Trump, Gedung Putih mengumumkan pada hari Selasa (11/2/2025).

Fogel, seorang mantan guru sekolah dan diplomat AS, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara pada tahun 2022 atas tuduhan perdagangan narkoba.

Pada Selasa pagi, beberapa situs melaporkan jet pribadi milik Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff telah memasuki wilayah udara Rusia dan mendarat di Moskow.

Duta Besar AS untuk Rusia Lynne Tracey kemudian terlihat oleh RIA Novosti di Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Hari ini, Presiden Donald J. Trump dan Utusan Khususnya Steve Witkoff dapat mengumumkan Witkoff meninggalkan wilayah udara Rusia bersama Marc Fogel, seorang warga negara Amerika yang ditahan oleh Rusia," ujar Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz.

Dia menambahkan Trump, Witkoff, dan penasihat presiden lainnya menegosiasikan pembebasannya sebagai bagian dari "pertukaran."

Moskow belum mengomentari perkembangan tersebut sejauh ini. Pengacara Fogel dari Rusia mengonfirmasi pembebasannya kepada TASS, seraya menambahkan rinciannya masih belum jelas.

Mantan diplomat itu telah naik pesawat dan diperkirakan akan menghubungi tim hukumnya di Rusia setelah tiba di AS, imbuh pengacara tersebut.

Waltz memuji pembebasan Fogel sebagai "pertunjukan itikad baik dari Rusia dan tanda kami bergerak ke arah yang benar untuk mengakhiri ... perang di Ukraina."

Fogel adalah seorang guru di sekolah Anglo-Amerika di Moskow dan sebelumnya juga pernah menjadi staf di kedutaan AS di Rusia.

Dia kehilangan kekebalan diplomatiknya pada Mei 2021. Pada bulan Agustus tahun yang sama, dia ditahan di Bandara Sheremetyevo di Moskow dan ditemukan memiliki mariyuana dan minyak hashish.

Zat terlarang itu diduga disembunyikan dengan hati-hati di barang-barang pribadinya, TASS melaporkan saat itu.

Penyidik Rusia menuduhnya mencoba membuat rute perdagangan narkoba ke negara itu. Dia dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Baca juga: Raja Yordania Abdullah bertemu Trump, Apa Saja Hasilnya?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved