Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Rabu, 12 Februari 2025 - 08:18 WIB
loading...
Pemimpin Houthi Yaman Abdel-Malik al-Houthi. Foto/tasnim
A
A
A
SANAA - Houthi Yaman mengumumkan siap menyerang Israel jika Zionis mengingkari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas dan melanjutkan serangannya ke Gaza.
Pemimpin Abdel-Malik al-Houthi mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa (11/2/2025) bahwa kelompok itu "siap melancarkan intervensi militer kapan saja jika terjadi eskalasi terhadap Gaza."
"Tangan kami siap," tegas dia.
Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman barat, termasuk ibu kota Sanaa, telah melancarkan serangan selama perang Gaza sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza.
Sejak November 2023, kelompok itu melakukan lebih dari 100 serangan terhadap kapal komersial dan militer di Laut Merah dan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke Israel.
Dikatakannya, mereka akan membatasi serangan setelah Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri perang bulan lalu.
Namun, kesepakatan yang rapuh itu, yang masih dalam tahap pertama dari tiga tahap, tampak semakin goyah di tengah pelanggaran berulang Israel terhadap ketentuan-ketentuannya.
Pemimpin Abdel-Malik al-Houthi mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa (11/2/2025) bahwa kelompok itu "siap melancarkan intervensi militer kapan saja jika terjadi eskalasi terhadap Gaza."
"Tangan kami siap," tegas dia.
Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman barat, termasuk ibu kota Sanaa, telah melancarkan serangan selama perang Gaza sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza.
Sejak November 2023, kelompok itu melakukan lebih dari 100 serangan terhadap kapal komersial dan militer di Laut Merah dan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke Israel.
Dikatakannya, mereka akan membatasi serangan setelah Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri perang bulan lalu.
Namun, kesepakatan yang rapuh itu, yang masih dalam tahap pertama dari tiga tahap, tampak semakin goyah di tengah pelanggaran berulang Israel terhadap ketentuan-ketentuannya.
Lihat Juga :