5 Arah Kebijakan Panglima Militer Israel Baru yang Menyebut 2025 Adalah Tahun Perang

Senin, 10 Februari 2025 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Israel belum pernah mengalami kerugian unit lapis baja seperti itu sejak Perang Yom Kippur 1973, ketika pasukan Mesir dan Suriah menggunakan rudal antitank canggih untuk menghancurkan divisi tank Israel.

Namun, perang itu terjadi antara pasukan konvensional. Saat ini, Israel kehilangan tank dan awaknya dalam peperangan perkotaan melawan aktor non-negara—suatu hal yang lebih memalukan.

Kesepakatan pengadaan tank baru-baru ini menjadi pengakuan atas kegagalan ini. Alih-alih menilai ulang doktrin militernya, Israel malah menggandakan kekuatan senjata berat.

5. Siap Menjadikan 2025 Jadi Tahun Perang

Melansir TRT World, Dalam pidato pertamanya setelah pengangkatannya, Zamir menyatakan tahun 2025 sebagai 'tahun perang'—pernyataan yang tidak hanya menandakan meningkatnya agresi terhadap Palestina tetapi juga mengisyaratkan ambisi regional Israel yang lebih luas.

Penekanannya pada kemandirian militer menunjukkan persiapan untuk konflik berkepanjangan di luar Gaza, yang berpotensi meluas ke Lebanon, Suriah, atau bahkan Iran. Ini juga menandai langkah strategis untuk memastikan bahwa Israel dapat melancarkan perang tanpa bergantung pada persetujuan atau pasokan Barat.

Di luar strategi medan perang, Zamir adalah pendukung vokal hukuman kolektif terhadap warga Palestina. Seperti mantan menteri pertahanan Yoav Gallant dan mantan menteri keamanan nasional Itamar Ben Gvir, ia secara terbuka menganjurkan untuk merampas sumber daya penting warga Palestina—menyatakan bahwa seharusnya tidak ada "air, listrik, dan makanan".

Mengingat sikap garis kerasnya, blokade, pembatasan, dan kampanye militer Israel yang tidak pandang bulu diperkirakan akan meningkat di bawah kepemimpinannya.

Namun, perubahan ini juga dapat menimbulkan risiko. Militer Israel yang lebih agresif, yang tidak terkendali oleh diplomasi Barat, tidak hanya akan meningkatkan ketegangan di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, tetapi juga dapat memicu perang regional yang lebih luas—dengan Lebanon, Suriah, dan bahkan Iran.

Di era baru militerisme Israel ini, pertanyaannya bukan lagi apakah perang lain akan datang, tetapi seberapa jauh perang itu akan berlangsung.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved